Pelangi » Refleksi | Rabu, 1 Mei 2013 pukul 22:00 WIB

Lahan Dakwah

Penulis : Mujahid Alamaya

Saya tercengang ketika mendengar perkataan salah seorang publik figur dalam dunia religi. Saat itu, ia sedang diwawancarai seputar kepergian sahabatnya yang juga merupakan publik figur dalam dunia religi, dimana unsur selebritisnya lebih menonjol. Ia mengatakan bahwa sahabatnya tersebut tidak memermasalahkan ketika 'lahannya' diambil oleh orang lain.

Berhubung sahabatnya tersebut terjun dalam dunia -katanya- dakwah, maka sudah dapat dipastikan bahwa lahan tersebut adalah lahan dakwah. Terbersit tanya dalam benak saya, "Dakwah kok pakai lahan? Bukankah dakwah itu universal?" Saya jadi teringat dengan kehebohan beberapa bulan silam mengenai ustadz selebritis, karena memang sahabatnya tersebut dikategorikan sebagai selebritis.

Astaghfirullaah... Dakwah yang seharusnya merupakan sarana untuk menyampaikan ayat-ayat-Nya dengan niat karena Allah SWT, kini telah menjadi sarana untuk mendapatkan materi. Apalagi banyak fakta yang ditemukan bahwa seseorang yang sudah memiliki pamor dan banyak jama'ah, tarif sekali ceramah bisa mencapai belasan juta.

Jika dakwah sudah dikaitkan dengan materi, apa yang akan terjadi di kemudian hari? Mungkinkah orang-orang akan berlomba terjun dalam dunia dakwah dengan harapan akan mendapatkan imbalan materi? Astaghfirullaah... Sudah saatnya untuk introspeksi diri, khususnya bagi diri ini, untuk senantiasa meluruskan niat hanya karena Allah SWT semata.

KotaSantri.com © 2002-2026