Pelangi » Refleksi | Rabu, 20 Maret 2013 pukul 20:00 WIB

Dakwah atau Politik?

Penulis : Mujahid Alamaya

Beberapa tahun lalu, banyak bermunculan media dakwah di internet berupa situs yang berisi kajian keislaman maupun berita seputar keislaman. Saya menyambut positif kehadiran media dakwah berbasis internet tersebut, untuk mencerdaskan kaum muslimin.

Awalnya, konten media dakwah tersebut hanya seputar keislaman saja, tanpa ada muatan apapun. Pengunjung media dakwah tersebut makin banyak dan tentu kehadirannya makin eksis. Kontennya yang beragam dan menarik, menjadi magnet yang kuat bagi pengunjungnya.

Namun belakangan, media dakwah tersebut sepertinya berubah halauan. Nilai-nilai dakwah yang dikemas media tersebut mulai pudar, dan tidak sedikit konten-konten bermuatan politis bermunculan. Entah apa yang melatarbelakanginya, saya tidak mau ambil kesimpulan.

Yang saya sayangkan adalah pudarnya nilai-nilai dakwah, dan kuatnya unsur politik. Misalnya saja konten yang memuat berita seputar kekurangan lawan politiknya. Bukankah seharusnya media dakwah tidak memuat konten seperti itu? Entahlah, saya tak habis pikir.

Kini, sebagian media dakwah tersebut lebih kental unsur politisnya dibanding konten yang menyejukan dan mencerdaskan. Nilai dakwah seakan lebih menekankan dakwah untuk golongannya, bukan dakwah untuk ummat seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam.

KotaSantri.com © 2002-2026