
Pelangi » Refleksi | Selasa, 12 Maret 2013 pukul 09:00 WIB
Penulis : Febrian Hadi Santoso
Sungguh tak kupahami, apa motif dari pelanggar lalulintas itu? Patuhlah akan akibat yang disebabkan, bukan karena hukuman yang dijatuhkan.
Satu lagi fenomena yang kerap kali kita temui di sekitaran kita, pelanggaran lalulintas. Fenomena ini terkadang ada motif kesengajaan dari pelaku. Entah apa yang mendasarinya. Seperti melanggar trafficlamp, melawan arus, tak memakai helm, serta pelanggaran-pelanggaran lainnya. Tentu ini akan berdampak pada diri dan juga sesama pengguna jalan.
Apa sebab?
Jalan yang dipergunakan untuk hilir mudik kendaraan merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan kepentingan bersama. Tentunya, kita harus menggunakan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Sebab tak hanya kita yang menggunakan, karena itu sepatutnyalah kita bersikap demikian.
Sebab lainnya, dengan patuh akan semakin kecil peluang terjadinya accident di jalan. Dengan demikian, kita juga membuat save orang lain berkendara.
Cobalah tengok ke dalam, seberapa sering kita melawan arus atau melanggar trafficlamp? Seberapa sering pula kita peduli dengan keselamatan diri dan orang lain. Pun bila jalanan sedang sepi, akankah kita tetap patuh atau sebaliknya? Bila tetap kita lakukan, kepatuhan kita akan peraturan sebab tak ada orang yang menyaksikan bukan karena kepatuhan akan kesadaran keselamatan diri.
Sungguh, wahai diri, patuhlah pada peraturan akan akibat yang disebabkan, bukan sebab hukuman yang akan dijatuhkan. Ini lebih membuat kita selamat.
KotaSantri.com © 2002-2026