Pelangi » Refleksi | Ahad, 24 Februari 2013 pukul 13:00 WIB

Kasih yang Tak Terbalas

Penulis : Mujahid Alamaya

Sudah lazim kita ketahui, bahwa kasih orangtua, baik ayah maupun ibu, kepada anaknya tak mungkin terbalas oleh apapun dan dengan cara apapun kita memuliakan mereka. Ketulusan mereka dalam memberikan kasih sayang kepada anaknya sejak lahir hingga dewasa, tak ternilai harganya dan tak dapat dibalas dengan materi.

Begitupun dengan yang saya alami dan rasakan. Sepeninggal ibu, ketika usia saya masih 9 tahun, ayah berperan ganda dalam memberikan kasih sayang. Selain menjemput rejeki, ayah selalu menyempatkan waktu untuk memerhatikan kondisi kami, anak-anaknya. Kadang ayah meluangkan waktu untuk menyuapi saya dan adik ketika makan.

Kini, seiring berjalannya waktu, saya tinggal berpisah dengan ayah. Saya di Jakarta, sedangkan ayah di Bandung. Melihat kondisi kesehatannya yang mulai menurun, ayah butuh perhatian ekstra. Karena kendala jarak yang sebetulnya jangan dijadikan alasan, saya jarang bertemu ayah. Sesekali kami berkomunikasi lewat telepon.

Walaupun demikian, saya berusaha semaksimal mungkin untuk berbakti kepada ayah, dengan memuliakannya. Saya berusaha memenuhi semua keinginannya. Walaupun sebenarnya ayah tidak mengatakan ingin ini maupun itu, saya coba bertanya apa yang ayah inginkan. Dan saya akan berusaha memenuhi semua keinginannya.

Dari beberapa kali obrolan ketika saya bertanya mau ayah apa, ayah tidak mengatakannya secara langsung, namun saya menangkap apa maksudnya, ia hanya ingin saya dan juga anak-anaknya yang lain bisa berkumpul dengan ayah. Walaupun mungkin tidak tiap hari, tapi dalam periode tertentu, ayah menginginkan kami semua berkumpul bersama.

Sederhana sekali keinginannya. Namun, kami belum tentu bisa mengabulkan keinginannya. Kalaupun kami bisa mengabulkannya, tak akan pernah mampu membalas segala curahan kasih sayang selama ini. Untaian do'a dan keshalehan kami selaku anaknya, pun belum tentu dapat membalas kasih sayang orangtua.

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan sayangilah kedua orangtuaku sebagaimana mereka telah menyayangiku sewaktu aku kecil.”

KotaSantri.com © 2002-2026