
Pelangi » Refleksi | Jum'at, 22 Februari 2013 pukul 10:00 WIB
Penulis : Teguh Yulyono
Aku terbangun kala teman satu flatku mengeluarkan suara. Ada nada riang dan canda pagi ini. Aku mengerti mengapa dia begitu semangat untuk cepat mandi dan bekerja di pagi buta, dimana orang lain masih terlelap dalam buaian sang malam yang dingin menusuk karena winter yang sedang menyapa Dubai dan sekitarnya sejak Desember lalu.
Mulai kemarin malam, dia mendapatkan teman sekamar yang mempunyai kesamaan di perusahaan dan profesi. Tentu saja dia gembira karena ada teman yang bisa diajak berbagi, bercanda, bertukar pikiran. Ikut senang mendengarkan celotehan mereka berdua sewaktu memakai sepatu di depan kamarku.
Karena alarm jam belum menunjukkan pukul 04.30, kuteruskan menikmati indahnya tidur di pagi ini, sampai alarmku meraung-raung memaksaku bangun dari peraduan yang selalu ingin merengkuhku. Akan tetapi mataku tidak mau bekerja sama, walhasil aku terduduk di pinggir dipan sambil membaca do'a bangun tidur.
Tulisan ini kuhentikan sejenak karena suara adzan mengumandang masuk ke dapur. Keputusan ini kuambil karena aku tak mau anak buah Iblis tertawa senang, karena aku telat shalat Shubuh berjama'ah.
Aku kan kembali dengan rangkaian kalimat lanjutan. Sehabis Shubuh di masjid belakang flat kami di daerah Al-Nahda Sharjah, kulanjutkan tulisan ini.
Ada hal yang menarik dari perubahan sikap teman satu flatku, dia menjadi lebih ceria, relax, mudah diajak bercanda, berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya. Dia cenderung mengurung diri di kamar dan hanya bila kami bertemu di dapur atau pintu kamarnya dia buka, baru inisiatif membuka pembicaraan bisa dilontarkan, dari pihakku tentunya.
Dia bahkan tidak tahu sewaktu penyakit tahunanku kambuh selama dua hari, dia tidak berinisiatif bertanya kenapa aku tidak bekerja? Kalau bukan aku yang menjelaskan sewaktu akan mengambil wudhu, sebagai wujud sopan santun dan tata krama tinggal bersama di dalam satu flat.
Apapun alasan dia memilih sikap tersebut, bukan halangan dan ganjalan buatku ikut bergembira dengan perubahan sikapnya yang mau membuka diri dan menjadi pribadi yang ramah serta hangat.
Aku ikut senang karena dengan melihat dia bergembira, Insya Allah kegembiraan akan hadir pula di dalam flat kami.
Tetap bergembira, hangat, mudah tertawa teman satu flatku, karena kita tidak tahu kapan Allah SWT akan merenggut itu semua dari kita. Nikmati masa bahagia bersama teman sekamar barumu. Do'aku, semoga pertemanan kalian membawa perubahan ke arah kebaikan dalam menjaga ibadah wajibmu serta ibadah sunnah lainnya.
Kututup tulisan ini dengan mengutip kalimat bijak yang pernah kubaca dan kudengar. "TEMANMU BISA MEMBAWAMU KE JALAN SURGA ATAU NERAKA."
�
KotaSantri.com © 2002-2026