
Pelangi » Refleksi | Senin, 18 Februari 2013 pukul 11:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Sabtu lalu, saya bertandang ke Jakarta Convention Center untuk mengunjungi perhelatan Indonesia Travel & Holiday Fair 2013. Tiba di sana pas masuk waktu ashar. Saya bergegas mencari mushala yang terletak di parkiran, samping kantin koperasi. Sebelum shalat, ke toilet terlebih dahulu. Dan seperti biasa, di toilet umum kadang terdapat kencleng yang katanya untuk uang kebersihan.
Setelah dari toilet, saya dan juga pengunjung yang lain hendak memasukan uang ke dalam kencleng. Tiba-tiba seorang bapak berkata, "Gak usah dimasukin, sini aja." Ia mengulang kalimat yang sama beberapa kali. Uang itupun dipegang oleh bapak tersebut dan tidak dimasukkan ke dalam kencleng.
"Mmm... Mungkin uangnya mau diambil sendiri," pikir saya. Lagi pula, bapak tersebut tidak terlihat sebagai petugas kebersihan. Kalaupun ia benar sebagai petugas kebersihan, kenapa uangnya tidak dimasukkan ke dalam kencleng dan malah diambil sendiri? Apakah ini merupakan salah satu bentuk korupsi? Entahlah.
Pun jika dipikir, yang namanya toilet umum dan toilet tersebut merupakan fasilitas resmi dari sebuah tempat publik, seharusnya gratis karena biasanya pengelola sudah punya anggaran tersendiri. Kalaupun bayar, biasanya pengelola memasang papan tarif dan memberikan selembaran bukti pembayaran toilet, seperti yang saya temui di beberapa lokasi.
Entah ke mana larinya uang kencleng tersebut. Apakah benar digunakan sesuai peruntukannya, yakni sebagai uang kebersihan? Ataukah lari tidak jelas entah ke mana, apakah oleh penjaga toilet atau oleh para oknum yang memunyai trik-trik tersendiri untuk menambah penghasilan dengan cara seperti itu.
Kejadian serupa banyak ditemui di berbagai tempat. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat, khususnya mereka yang terlibat dalam kejadian tersebut, akan rejeki yang halal dan berkah masih minim. Berbagai cara dilakukan agar mendapatkan penghasilan, namun tidak memerhatikan apakah penghasilan tersebut halal atau tidak.
KotaSantri.com © 2002-2026