
Pelangi » Refleksi | Ahad, 13 Januari 2013 pukul 10:10 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Membaca kisah Houtman Zainal Arifin (HZA) yang hanya berijasah SMA, mengawali karir sebagai office boy, dan pensiun dini sebagai Vice President di Citibank, makin menguatkan hati saya untuk tetap percaya diri dan tidak minder walaupun hanya berijazah SMA. Karena selama ini, lulusan SMA hanya dipandang sebelah mata oleh mereka yang mungkin menganggap bahwa lulusan SMA tidak memunyai kompetensi dibanding lulusan diploma atau sarjana.
Jika mengingat beberapa kejadian masa lalu, banyak sikap dari orang lain yang membuat saya makin minder ketika mengungkit bahwa saya hanya lulusan SMA. Jika hanya mengungkit pendidikan saja, itu tidak masalah. Tapi jika sudah menghubungkan dengan hal-hal lain yang sudah masuk kategori menghina, itulah yang menjadi masalah. Kejadian yang paling menyakitkan adalah ketika saya dihina di hadapan atasan, lantaran saya diberikan kepercayaan untuk mewawancara lulusan diploma tiga dan diberi asisten yang lulusan sarjana.
Semuanya saya anggap sebagai angin lalu, yang penting saya bisa bekerja dengan baik dan menjaga kredibilitas saya di tempat kerja. Namun cobaan selalu saja ada. Berbagai isu negatif mengenai saya datang dari beberapa pihak yang tidak suka dengan saya. Fitnahpun datang dari rekan kerja yang tidak saya duga bahwa ia akan berbuat seperti itu. Dan kini, cobaan kembali menghinggapi saya. Isu tidak sedap mengenai saya datang dari dari salah seorang rekan yang sebelumnya selalu saya promosikan pada atasan untuk menempati posisinya saat ini.
Entahlah. Hanya karena lulusan SMA, jadi mengular ke mana-mana. Padahal, lulusan apapun, semuanya sama. Yang membedakan hanya kompetensi saja. Banyak lulusan SMA yang sukses dan berhasil, banyak juga lulusan sarjana yang cuma gelar saja alias tidak memiliki kompetensi apapun. Dan perlu kita ingat, bukankah tingkat pendidikan tidak akan dibawa ke alam abadi? Karena di mata Allah SWT, bukan tingkat pendidikan yang dilihat, melainkan tingkat ketakwaannya. Lantas kenapa pendidikan dipermasalahkan?
KotaSantri.com © 2002-2026