Pelangi » Refleksi | Rabu, 26 Desember 2012 pukul 14:00 WIB

Petunjuk yang Benar

Penulis : Mujahid Alamaya

Suatu hari ketika sedang berada di Kuala Lumpur, saya dan teman-teman jalan-jalan ke Menara Petronas. Saat itu sudah hampir tengah malam. Berbekal pengalaman sebelumnya dan peta wisata yang saya peroleh dari pusat informasi, kami mencoba jalan kaki dari Menara Petronas menuju Hotel, karena jaraknya tidak begitu jauh, 2 km.

Saya lupa-lupa ingat, ketika tahun yang lalu pulang naik taksi, taksi tersebut berputar arah. Sehingga saya berkesimpulan, untuk memersingkat waktu, bisa potong jalan supaya lebih dekat. Untuk meyakinkan, saya cek peta wisata, dan ternyata petunjuk di peta wisata mengarahkan ke jalan yang sama, sesuai perkiraan saya sebelumnya.

Maka diputuskanlah kami akan melewati jalan tersebut. Tapi saya malah ragu, karena ternyata kondisi jalannya sepi. Saya cari-cari petunjuk, tapi tidak menemukannya atau sama sekali. Mungkin karena gelapnya malam yang membuat pandangan saya tidak maksimal. Teman yang lain memercayakan semuanya pada saya sebagai leader.

Setelah menempuh ratusan meter, saya makin yakin bahwa kami sudah salah jalan. Saat menemukan petunjuk jalan, saya perhatikan peta wisata, ternyata kami telah salah jalan. Untuk mencapai tujuan, bisa berbalik arah atau meneruskan perjalanan dengan mengikuti petunjuk. Kamipun memutuskan untuk meneruskan perjalanan.

Setelah tiba di hotel, saya langsung menggunakan layanan internet untuk mengakses Google Maps, untuk mencari tahu jalan yang tadi kami tempuh. Ternyata, tadi kami telah berbelok, sehingga jarak jalan yang ditempuh menjadi memutar dengan jarak sekitar 4 km. Padahal seharusnya kami lurus saja dan hanya menempuh jarak 2 km.

Saya perhatikan lagi peta wisata dengan seksama. Gambar tidak jauh beda, hanya saja petunjuknya yang sedikit berbeda, karena dalam peta wisata tidak memberikan petunjuk yang detil, hanya garis besarnya saja. Maka tidak heran jika kami salah jalan, karena petunjuk di peta wisata tidak begitu jelas dan membingungkan penggunanya.

Sambil menggerutu, saya coba mengurai hikmah dari kejadian yang baru saya alami ini. Di antaranya adalah petunjuk yang benar. Salah sedikit atau tidak jelas saja, saya bisa tersesat di jalan. Lalu bagaimana jika hidup di dunia ini tanpa mengikuti petunjuk atau hanya mengikuti petunjuk seadanya? Niscaya kesesatan yang bakal kita jalani.

Wallahu a'lam.

KotaSantri.com © 2002-2026