
Pelangi » Refleksi | Ahad, 2 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Sore itu, selepas makan di depan kantor, saya bergegas kembali menuju kantor. Baru beberapa langkah, terlihat seorang tukang sol sepatu sedang duduk di trotoar sambil memegang benang. Saya perhatikan, ternyata seorang bapak tua, mungkin usianya di atas 70. Tubuhnya yang telah renta dan sedikit membungkuk, terlihat gemetar ketika memegang benang dan peralatan sol sepatu lainnya.
Refleks, melihat sosok bapak tua itu, saya menyodorkan lembaran rupiah. "Ini, untuk makan, pak." Spontan bapak tua itu mengucap syukur dan berterima kasih sambil menunduk. Saya beranjak meninggalkan bapak tua itu, tanpa menoleh ke belakang. Tak sanggup rasanya diri ini jika berada pada posisi seperti bapak tua itu. Di usianya yang senja, masih harus bergelut menjemput rejeki.
Banyak pertanyaan yang muncul di benak saya mengenai sosok bapak tua itu. "Masih adakah orang yang mau memerbaiki sepatu padanya? Apa ia masih sanggup untuk memerbaiki sepatu dengan hasil yang bagus dan rapi? Di mana rumahnya? Ke mana anak cucunya?" Dan berbagai tanya lainnya. Tapi, saya yakin, Allah SWT pasti akan memberikan jalan rejeki pada-Nya, dari manapun itu.
Sungguh, pertemuan dengan bapak tua tukang sol sepatu pada kesempatan itu, telah menggetarkan hati saya. Terenyuh melihatnya, mengingatkan saya pada bapak yang juga telah memasuki usia senja. Saya bersyukur, bapak saya tidak seperti bapak tua tukang sol sepatu itu. Saya harus berusaha semaksimal mungkin untuk memuliakan orangtua, dengan cara apapun yang baik menurut-Nya.
KotaSantri.com © 2002-2026