Pelangi » Refleksi | Rabu, 14 November 2012 pukul 10:10 WIB

Ilmu tanpa Amal

Penulis : Mujahid Alamaya

Suatu hari, saya menghadiri undangan silaturrahim dengan teman-teman dari dunia maya di sebuah restoran. Hampir semua yang datang silaturrahim sudah saya kenal di komunitas maya. Obrolanpun mencair, mulai dari aktifitas keseharian, pertemanan dengan sesama netter dan blogger, sampai perkembangan di dunia maya.

Waktu shalatpun tiba. Tak lama kemudian, saya bergegas menuju mushala. Setelah shalat, saya kembali berkumpul dan melanjutkan obrolan. Menit demi menit berlalu, hampir semua yang hadir silih berganti menuju mushala. Saya perhatikan, ada salah seorang yang hadir sepertinya belum beranjak menuju mushala, untuk shalat.

Ketika silaturrahim hampir selesai dan siap untuk pamit, salah seorang teman saya bertanya kepada yang belum shalat tersebut, "Belum shalat ya?" Jawabnya, "Belum, nanti saja." Padahal waktu sudah menunjukan hampir 2 jam dari kumandang adzan, dan ia merupakan jebolan dari sebuah lembaga agama terkemuka di dunia.

Banyak hal yang membuat saya bertanya-tanya tentangnya. Kok lulusan dari 'sana' seperti itu ya? Menunda shalat, bicaranya gaul yang terkesan kasar, dan hal lainnya. Sungguh sayang sekali, ilmu yang ia dapatkan selama 'di sana' tidak diamalkan. Apa ia tidak mengetahui bahwa ilmu tanpa amal itu bagaikan pohon tanpa buah?

Wallaahu a'lam.

KotaSantri.com © 2002-2026