
Pelangi » Refleksi | Kamis, 8 November 2012 pukul 10:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Jika kita hendak pergi beraktifitas, apalagi kalau lokasinya lumayan jauh, tentunya kita menggunakan kendaraan untuk menghemat waktu dan tenaga. Tapi lain halnya yang dilakukan Ma'ruf, seorang pelajar di sebuah SMA, yang selalu berjalan kaki untuk bisa bersekolah. Bukan karena lokasinya di wilayah yang jauh dari sarana kendaraan, tapi karena untuk menghemat ongkos.
Jarak dari rumah ke sekolahnya cukup jauh, jika menggunakan kendaraan sekitar 1,5 jam perjalanan. Saat awal masuk SMA, Ma'ruf biasa menggunakan kendaraan umum untuk bersekolah. Tapi karena ongkos yang mahal, akhirnya Ma’ruf tinggal di ruangan sebuah Masjid di kawasan Cimahi. Jarak dari Masjid tersebut ke sekolahnya sekitar 4 KM. Tentu bukan jarak yang dekat.
Setelah tinggal di Masjid tersebut, bukan berarti beban hidup Ma'ruf terkurangi. Untuk menghemat, Ma'ruf selalu pergi dan pulang sekolah dengan berjalan kaki. "Daripada uangnya buat ongkos, mending dipake buat kebutuhan sekolah," ujarnya. Maklumlah, orangtuanya sudah bercerai dan sang ayah tidak memberi nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan. Ibunyapun tidak kerja.
"Untuk biaya sehari-hari dan keperluan sekolah, alhamdulillaah, selalu ada rejeki dari Allah Sang Pemberi Rejeki untuk mencukupinya," tutur Ma'ruf ketika bercerita tentang perjuangan dirinya saat berusaha untuk memenuhi semua biaya yang dibutuhkannya. Dan pada suatu hari, ada seorang dermawan yang membelikan sepeda bekas untuk digunakan Ma'ruf. Alhamdulillaah...
Kisah perjuangan Ma'ruf tersebut mengingatkan diri saya, agar selalu berjuang dalam hal apapun, tentunya dalam kebaikan. Jika kita telah berusaha dengan maksimal dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah yang Mahakuasa, insya Allah akan berbuah manis. Tekad Ma'ruf yang kuat untuk bersekolah, berbuah manis dengan mengalirnya rejeki yang tak terduga. Subhanallah...
KotaSantri.com © 2002-2026