Pelangi » Refleksi | Rabu, 3 Oktober 2012 pukul 11:00 WIB

Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Penulis : Mujahid Alamaya

Teringat dengan kejadian beberapa tahun silam di sebuah kawasan yang menamakan dirinya Bengkel Akhlak. Saat itu, teman saya menggunakan jasa agen perjalanan yang merupakan salah satu unit usaha di sana untuk menyewa bis pariwisata. Dan teman saya itu meminta saya untuk membantu mengondisikan segala sesuatunya dengan pengemudi bis tersebut. Entah bagaimana mulanya, bis kecil tersebut malah diparkir di dalam kawasan itu. Mendengar informasi dari pihak agen perjalanan, saya bergegas menuju tempat bis kecil itu diparkir.

Tiba di sana, saya bertanya pada salah satu petugas yang ada di sana, di mana lokasi parkir bis kecil tersebut. Namun jawaban yang saya terima sungguh di luar dugaan. Ia menjawab dengan nada tinggi sambil marah dan menanyakan nama seseorang yang merupakan nama pegawai dari agen perjalanan. Kaget dengan sikap petugas itu, saya berusaha menjelaskan permasalahannya. Tapi ia tidak terima. Malah kata-kata kasar yang saya terima. "Kalau ketemu orangnya, saya gampar dia," sambil menyebutkan nama pegawai dari agen perjalanan.

Tanpa berpikir lagi, saya meminta pengemudi bis untuk memindahkan lokasi parkir ke jalan di depan kantor agen perjalanan. Tapi ternyata, di sana saya juga 'diusir' oleh petugas yang lain. Katanya di sana mau digunakan untuk parkir kendaraan lain. Kali ini pertugasnya sedikit lebih ramah dibanding petugas yang tadi. Akhirnya permasalahan bisa diselesaikan oleh petugas dari agen perjalanan, itupun lokasi parkir bis tidak di dalam kawasan, tetapi di sebuah jalan yang berjarak beberapa kilometer dari kawasan itu. Sungguh, saat itu kesabaran diuji.

Hikmah dari kejadian tersebut ialah, walaupun lingkungannya baik dan menggunakan nama yang baik, ternyata belum tentu semuanyapun baik. Terbukti dengan salah satu petugas tadi. Ia berpenampilan baik, tapi sikapnya sungguh di luar dugaan. Mungkin hanya sedikit petugas seperti itu. Tapi ia bisa merusak kredibilitas kawasan tersebut. Pepatahnya, "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga." Maka berhati-hatilah jika kita berada dalam sebuah lingkungan yang baik, jangan sampai kita merusak lingkungan tersebut hanya karena keegoisan kita.

KotaSantri.com © 2002-2026