
Pelangi » Refleksi | Kamis, 16 Agustus 2012 pukul 09:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Buka Puasa Bersama sudah menjadi rutinitas dalam setiap Ramadhan, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, komunitas, pekerjaan, maupun dalam lingkup yang lainnya. Tempatnya pun beragam, bisa di mana saja, yang penting gampang dalam memperoleh makanan dan nyaman dalam bersantap. Siapapun bisa, dari rakyat jelata, selebriti, hingga pejabat negara.
Dari sekian kali mengikuti Buka Puasa Bersama, ada hal yang harus dicermati, yakni shalat maghrib yang selalu diakhirkan bahkan ditinggalkan. Saat adzan maghrib berkumandang, semua berlomba menyantap hidangan yang tersedia sampai habis tak tersisa, kemudian ngobrol ngaler-ngidul, sehingga baru shalat maghrib beberapa menit menjelang isya. Astaghfirullaah.
Memang tidak semua seperti itu. Jika dilaksanakan di masjid, tentunya shalat maghrib tidak akan di akhir, tapi beberapa menit setelah selesai ta'jil. Tapi bagaimana jika dilaksanakan di tempat selain masjid, apalagi di tempat tersebut jauh dari mushala? Jikapun ada mushala, tentu shalatnya harus bergiliran dengan orang lain. Dan itupun butuh waktu yang tidak sebentar.
Yang membuat miris adalah, ada sebagian orang yang beramai-ramai buka puasa bersama, tapi hanya sebatas makan-makan saja. Perkara ibadah shalat, (maghrib, isya, maupun tarawih) dilaksanakan sendiri-sendiri. Padahal, bukankah di bulan puasa itu harus memperbanyak ibadah? Alangkah lebih bernilai jika buka puasa bersama dilanjutkan dengan ibadah bersama.
Makanya jika ada ajakan berbuka puasa bersama, saya selalu menanyakan tempatnya di mana dan apakah di sana ada mushala. Jika dilaksanakan di mall, maka saya harus berpikir dua kali untuk mengikutinya. Kenapa? Karena tidak semua mall menyediakan mushala yang mudah diakses. Kalaupun ada, harus antri lama untuk menunggu giliran dengan pengunjung mall yang lainnya.
Dari dua kali mengikuti Buka Puasa Bersama di tahun ini, saya menyesal tidak bisa mengikuti shalat isya dan shalat tarawih di masjid. Padahal rencana saya, setelah buka puasa bersama, akan langsung ke masjid terdekat. Tapi apa daya, di acara pertama, ada gangguan teknis yang membuat saya terlambat. Dan di acara kedua, panitia malah lebih mengutamakan koordinasi.
Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi dalam memilih dan mengikuti acara Buka Puasa Bersama, sehingga tidak mengorbankan waktu untuk hal yang kurang bernilai. Pun harus berani memberikan berbagai masukan ke panitia penyelenggara. Sehingga, Buka Puasa Bersama bisa terlaksana, ibadah wajib maupun sunnah tidak terlalaikan, dan Insya Allah terhindar dari kesia-siaan.
KotaSantri.com © 2002-2026