
Pelangi » Refleksi | Rabu, 25 April 2012 pukul 10:00 WIB
Penulis : Febrian Hadi Santoso
Ku berjalan di antara gedung-gedung yang tinggi menjulang
Di antara kerlap-kerlip cahya
Lampu yang benderang
Kusaksikan tubuh kecil yang letih di pinggiran jalan
Hanya beralaskan lembar koran
Berselimutkan malam
-Lagu “Anak Jalanan” Oleh SNADA-
Anak Jalanan. Ya, lagu inilah yang terbesit saat melihat anak jalanan ngamen di perempatan jalan. Miris melihatnya, seusia mereka harus mengais rupaih demi rupiah di jalanan. Seharusnya seusia mereka sekolah, apalagi dengan program pemerintah wajib belajar 12 tahun. Seharusnya tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah karena biaya.
Siang itu kota Surabaya memang panas. Asap knalpot mengepul menambah panasnya kota Surabaya siang itu. Untung saja ku memakai slayer penutup hidung agar gas beracun tidak masuk dalam tubuh. 60 detik lagi lampu hijau akan menyala. Hemm, lama.
Pandanganku tetap tertuju pada anak itu. Dan sejumlah pertanyaan terus membayangi pikiran ini. Siapa yang salah? Ada apa dengan Indonesia-ku ini? Mana Indonesia-ku yang katanya pusaka abadi nan jaya? Mana Indonesia- ku yang katanya dipuja-puja bangsa?
Lampu hijaupun menyala, aku harus meninggalkan tempat itu, namun pikiran ini masih terbayang dengan gerombolan anak jalanan itu. Berharap Indonesia-ku lebih baik lagi.
KotaSantri.com © 2002-2026