Pelangi » Refleksi | Ahad, 15 April 2012 pukul 08:30 WIB

Yokoso Aydin-kun

Penulis : Sri Yayu Indriyani R.

Kehadiran Aydin mengajakku mengenang masa kehidupan delapan tahun, tujuh tahun, dan enam tahun yang lalu. Ada perasaan "Hisashiburi..." dengan amanah keempat ini. Kehadiran yang mengejutkan, kehadiran yang dinanti orangtua, dan kehadiran yang terasa benar-benar amazing buat ketiga kakak-kakaknya.

Ada perbedaan yang sangat terasa karena kondisi stamina yang mulai menurun karena kehamilan kali ini menginjak kepala tiga. Orang Jepang bilang usia saat aku hamil adalah usia di awal perubahan besar bagi seorang wanita. Stamina yang menginjak start penurunan.

Menjalani masa adaptasi begadang, tidur siang yang menjadi kebutuhanpun mulai dijalani. Seiring dengan mengelola emosi bagi seorang ibu "baru", padahal para suster menganggapku seorang "mama yang berpengalaman" dengan alasan anak keempat. Namun bagiku, saat ini merasa menjadi ibu baru karena dalam masa enam tahun tanpa bayi.

Kehadiran bayi mungil lucu, kini menjadi pusat perhatian seluruh keluarga dan sesekali menimbulkan rasa "jealous" para kakak saat perhatianku mulai penuh di masa-masa durasi ASI yang berdekatan. Terlebih saat perhatian harus mulai kubagi untuk menemani mengerjakan "shukudai" PR sekolah atau saat menjelang tidur anak-anak.

Jadwal pemberian ASI sebenarnya sudah dikelola oleh para suster setiap tiga jam sekali untuk sekitar dua puluh menit. Namun bayi adalah bayi yang seringkali menjadi bahan bertanya seorang kakaknya, apakah bayi adalah manusia seperti dirinya? Terkadang jadwal tiga jam sekali menjadi lebih cepat saat ia merasa cepat haus,  lapar, atau lebih longgar saat ia tertidur nyenyak setelah berendam di bak kecil yang hangat.

Aydin-kun, banyak hikmah, pelajaran, pengalaman saat menanti dan menyambutmu. Ada masa-masa penantian yang panjang, ada masa-masa aku harus bangkit dengan kondisi yang lemah, ada masa-masa pengelolaan emosi yang turun naik, ada masa-masa persiapaan yang "mepet" mendekati hari-H, ada masa-masa harus mengelola waktu dengan baik, mengelola semua persiapan para kakak-kakakmu secara paralel, aku terus mencoba mempersiapkan semua dengan sebaik-baiknya. Arigatou Aydin-kun.

Alhamdulillahirrabil `alamin ya Rabb, atas amanah yang banyak mendidik kami dan keluarga besar kami. Semoga kami dapat dan membesarkan amanah dari-Mu dengan yang terbaik. Jadikanlah ia generasi yang shaleh, generasi yang lebih baik dari kami, generasi yang sehat, cerdas, dan bermanfaat, amin.

(Aydin, lahir 29 Maret, jam 21:05, normal, BB : 3820 gr)

KotaSantri.com © 2002-2026