Pelangi » Refleksi | Ahad, 26 Februari 2012 pukul 08:30 WIB

Perlu vs Ingin

Penulis : Ajeng Miftahul Jannah

"Ya..., duit gw habis, padahal ada yang belom dibeli. Gimana nih?"

Seringkah mengalami kondisi itu? Pas mau belanja, ternyata uang kita tidak cukup. Padahal banyak kebutuhan yang belum dibeli. Biasanya yang lebih sering seperti ini tuh kaum Hawa. Ups… kaum Adam pun tidak menutup kemungkinan sering mengalaminya kan?

Dulu saya juga pernah mengalami seperti itu. Biasanya boros ketika membeli makanan, padahal kebutuhan penting lainnya belum terbeli. Dalam sebuah perbincangan dengan seorang sahabat, do’i mengingatkan, kalau beli sesuatu itu harus yang PERLU, bukan karena INGIN.

Alhasil, sejak saat itu, kalau mau belanja, terutama awal bulan, selalu membuat daftar belanjaan terlebih dahulu. Biasanya belanja di swalayan langganan, sudah punya jalur sendiri. Pas masuk, ambil keranjang langsung lurus ke arah sabun cuci dan deterjen, belok masuk ke barisan sikat gigi, pasta gigi, pewangi, dan lain-lain, belok lagi giliran sabun mandi, handbody, minyak wangi, belok lagi masuk ke barisan sampo. Baru setelah itu ngelaba ke daerah makanan dan bumbu-bumbu.

Hasilnya? Lumayan bisa menahan diri. Meski acapkali harus bolak-balik menyimpan barang yang sudah masuk keranjang ke tempat asalnya karena merasa bahwa tidak terlalu perlu dengan barang itu.

Kalau memang barang itu cukup bermanfaat meski tidak bisa digunakan saat itu, sepertinya tidak masalah. Sayang, sering kali di antara kita yang karena melihat sesuatu yang lucu, seperti pernak-pernik, aksesoris, baju, buku, perhiasan, dan lain-lain, langsung saja main samber. Padahal di rumah juga masih banyak barang serupa yang belum kita pakai. Kan jadinya mubadzir? Dan parahnya, tanpa melihat budget yang kita punya.

Beli yang kau PERLU, bukan yang kau INGIN.

KotaSantri.com © 2002-2026