Pelangi » Refleksi | Jum'at, 24 Februari 2012 pukul 11:11 WIB

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

Penulis : Febrian Hadi Santoso

Selama berada di Jawa, khususnya Surabaya yang kental dengan kata-kata khasnya, yaitu CAK, sering teman-teman di kampus mengatakan “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” kepada teman lain yang lagi kasmaran. Tapi jujur, saya gak mudheng (gak paham) artinya. Hanya senyuman yang saya berikan saat yang lain tengan asyik berkomentar. Sebab -jujur- saya risih ngomongin hal yang beginian di tempat umum. Saya baru tahu kalau arti dari “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” itu “Cinta tumbuh karena terbiasa” setelah secara tak sengaja membaca celotehan dari temen di blog pribadinya.

Mungkin pepatah ini ada untuk mengomentari pasangan suami-istri yang menikah atau yang masih berstatus pacaran setelah menjadi teman cukup lama (misalnya, teman sekampus, teman satu angkatan, teman satu organisasi, atau yang lainnya). Karena sering bertemu dan berbagi cerita, pasangan-pasangan ini pun rupanya juga berbagi rasa, yang berujung pada pernikahan.

Dari cerita dan arti “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” sendiri, lamunan saya terbawa pada pengalaman seorang teman yang ceritanya mirip dengan apa yang dimaksudkan dari pepatah itu, yaitu “Cinta tumbuh karena terbiasa”.

Pepatah ini juga harus diwaspadai kepada setiap orang yang punya teman lawan jenis saat berada di area kampus, organisasi, atau teman sepermainan. Kalau sudah terkena virus merah jambu bisa berbahaya dan juga virus merah jambu ini bisa menyerang siapa aja, jadi waspadalah. Layaknya virus pada umumnya ada penangkal atau yang kita sebut antivirus. Nah, untuk antivirus kali ini dibutuhkanlah Iman yang kuat. Jadi perkuatlah Imannya jika tidak ingin terserang virus merah jambu.

KotaSantri.com © 2002-2026