Pelangi » Refleksi | Ahad, 23 Oktober 2011 pukul 11:45 WIB

Rezeki Kita

Penulis : Aryanto Abdul Latif

Ketika di awal masuk SMA, saya mengikuti kegiatan PMR (Palang Merah Remaja) sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Mengikuti orientasi merupakan satu keharusan bagi anggota baru (junior) yang rata-rata kelas 1 dalam mengawali kegiatan PMR. Sesi demi sesi acara orientasi dilakukan anggota junior yang didampingi oleh anggota senior (kelas 2 dan 3). Ada satu sesi acara orientasi yang begitu mengesankan, yaitu sesi game (permainan).

Walaupun permainannya sangat sederhana, tapi menurut saya mengandung makna yang mendalam. Inti dari permainan itu adalah mengambil sebanyak mungkin bola yang disediakan di sebuah baskom yang cukup besar, bola-bola itu dibawa dan diletakkan di baskom kecil (baskom yang diperuntukan bagi masing-masing peserta) dengan menggunakan kantong plastik yang disediakan dalam berbagai ukuran dan diperebutkan sebelumnya.

Beruntung bagi peserta yang mendapatkan kantong plastik yang paling besar, berarti baskomnya akan cepat terisi. Selesaikah permainan itu bila baskomnya sudah terisi? Ternyata belum berakhir. Bagi peserta yang baskomnya sudah terisi penuh, berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu membawa bola yang berada di baskomnya menuju ke garis finish dengan kantong plastik yang cukup kecil. Bila peserta telah berhasil membawa bola ke garis finish, maka peserta tersebut telah mengakhiri permainannya dan bola-bola itu menjadi miliknya sebagai kenangan-kenangan dalam keikutsertaannya pada acara orientasi.

Di akhir sesi permainan itu, tampillah seorang anggota senior yang menjelaskan tujuan dari permainan itu. Tanpa mengurangi maksud penjelasan yang disampaikan, akan saya sampaikan dengan gaya penulis sendiri. Penjelasannya kurang lebih seperti berikut :

''Adik-adik sekalian, apakah kalian semua mengerti dengan maksud permainan ini?'' tanya kakak anggota senior

"Belum, kak',' jawab para junior serempak.

''Adik-adik sekalian, ketahuilah bahwa permainan ini bukanlah mencari seorang pemenang, tapi permainan ini mengajarkan kepada kalian akan arti dari rezeki kita yang sebenarnya. Coba kalian perhatikan di awal permainan. Kalian saling berebut bola sebanyak mungkin, tapi apa yang kalian dapatkan di akhir permainan ini, cuma sedikit bola yang kalian miliki. Ini berarti sebanyak apapun harta yang dikumpulkan di dunia ini, hakekatnya bukanlah milik kita seutuhnya. Rezeki kita yang sebenarnya, hanyalah apa yang kita makan dan minum sehari-hari. Selebihnya bukan rezeki kita, karena semua harta tidak akan kita miliki bila nyawa sudah tiada dan tarikan nafas sudah tak sanggup lagi. Semuanya akan kembali pada milik yang sebenarnya, yaitu Allah,'' demikian penjelasan dari kakak anggota senior itu.

Subhanallah, hanya itu yang saya ucapkan kala itu.

KotaSantri.com © 2002-2026