
Pelangi » Refleksi | Kamis, 22 September 2011 pukul 12:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
"UKHUWAH Connecting People," begitulah status salah seorang sohib saya di sebuah jejaring sosial. Status tersebut benar adanya, karena saya sering merasakan hikmah dari ukhuwah, yakni ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling menolong), dan takaful (saling menanggung beban).
Dari beberapa pengalaman dan hikmah dalam ukhuwah Islamiyah, saya mendapatkan pelajaran berharga akan keagungan dan keindahan Islam. Betapa Islam mengajarkan kita untuk hidup secara berjama'ah serta menumbuhkan rasa cinta dan persaudaraan dengan sesama muslim.
Pengalaman yang baru saja saya rasakan adalah ketika menghadiri pernikahan salah seorang sohib saya di Surabaya. Sebelumnya, saya memang sudah merencanakan untuk menghadiri pernikahan sohib saya tersebut, namun karena ada keperluan lain, saya membatalkan rencana tersebut.
Tak diduga, beberapa hari menjelang hari H, salah seorang sohib saya membelikan tiket perjalanan dari Jakarta ke Surabaya. Alhamdulillaah, saya senang bukan main dan bisa berangkat. Di Surabaya, sohib-sohib saya yang lain banyak yang menawarkan saya untuk menginap di rumahnya.
Setelah pertimbangan ini dan itu, saya memutuskan untuk menginap di rumah sohib saya di daerah Manukan. Sebelumnya, saya pernah menginap di rumah tersebut. Seluruh anggota keluarganya ramah, apalagi kedua orangtuanya. Saya merasa sudah terbiasa walaupun masih canggung.
Di hari kedua, ada yang aneh dengan badan saya. Sepertinya saya masuk angin yang berakibat ke gangguan pencernaan. Saya memutuskan untuk istirahat beberapa saat. Tak disangka, orangtuanya begitu perhatian pada saya, dari mulai menanyakan kondisi sampai memberikan obat.
Setelah dirasa membaik, saya pamit untuk melanjutkan agenda saya dan sekaligus pamit pulang. Sebelum pergi, ibunya berkata, "Kalau masih lemas, jangan pulang dulu. Di sini saja istirahat." Tapi saya bersikeras untuk langsung pulang, karena tiket pesawat sudah dibeli dan tidak bisa dibatalkan.
Pengalaman tersebut dan pengalaman lainnya sangat membekas dalam diri saya. Saya, yang bukan bagian dari anggota keluarga sudah dianggap sebagai anggota keluarga mereka. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh sohib saya tersebut, "UKHUWAH Connecting People."
KotaSantri.com © 2002-2026