
Pelangi » Refleksi | Senin, 30 Agustus 2010 pukul 16:25 WIB
Penulis : ruhendi
“Dik, minta no rekeningnya, kakak mo transfer uang.” Itu SMS yang diterima Rudi dari kakaknya yang bekerja di pulau Kalimantan.
Sedikit kaget, Rudi segera membalasnya. ”Ni no rekeningnya xxx. Tapi bentar dulu, uang itu untuk apa?”, balasan SMS Rudi.
”Ini kakak ada rezeki, lumayan untuk beli popok ade bayi,” SMS dari kakaknya lagi.
”Oo gitu, syukur atuh dan makasih ya, kak. Nanti dibilangin pada istri dan ade bayi,” balas Rudi.
Rudi yang tinggal di pulau Jawa, dan baru setahun lalu menikah sudah mempunyai anak perempuan yang cantik yang baru lahir sebulan lalu. Kakaknya bekerja di luar Jawa, sering mendapat side job dan suka bagi-bagi rejeki jika proyeknya sudah cair.
Kakaknya begitu perhatian sama Rudi yang merupakan anak bungsu dan selalu memberikan uang atau hadiah tanpa diminta. Begitu sayangnya kakaknya setelah ibunda tercinta meninggal beberapa tahun lalu. Sang kakak teringat betul dengan wasiat ibunya yang berpesan, "Uruslah dan perhatikan kebutuhan adikmu."
Walaupun sudah berkeluarga dan mempunyai anak laki-laki yang sudah masuk sekolah TK, sang kakak masih bisa menyisihkan hasil keringatnya untuk Rudi, adiknya tersayang.
Dua hari kemudian saat Rudi bekerja, sebuah SMS masuk. ”Sudah ditransfer, nanti cek ke ATM ya. Uang itu lumayan itung-itung THR tambahan dari kakak,” bunyi SMS kedua.
”Iya, makasih banyak, kak, tar sore ke ATM. Semoga rejekinya terus bertambah dan berkah. Amin,” balas Rudi.
”Amin, moga do’a kita terkabul,” timpal sang kakak mengakhiri SMS siang itu.
***
Memasuki sepuluh hari akhir Ramadhan ini, semua orang sudah berhitung biaya mudik untuk bertemu keluarga yang tinggal di kota yang berbeda ataupun pulau yang berbeda. Selain itu, mereka sudah berhitung THR yang akan diterima dan pendapatan tambahan serta pengeluaran untuk dibelanjakan keperluan di hari Lebaran nanti. Mulai dari baju, celana hingga sandal, dan lain-lain.
Di sebuah keluarga yang anak-anaknya sudah dewasa, bekerja dan berkeluarga tentu ingin berbuat yang terbaik untuk kedua orangtuanya dengan memberikan sesuatu, baik berupa pakaian, uang, atau yang lainnya.
Mulai dari anak yang paling besar, kedua, dan seterusnya berencana memberikan sesuatu untuk ayah dan ibunya. Tidak ketinggalan anak yang paling bungsu walaupun sudah tetap berusaha memikirkan apa yang akan diberikan untuk bapak ibunya tentu dengan kemampuan yang ia miliki.
Bahkan kakak dan adik saling bertanya, mau memberikan apa untuk bapak dan ibunya, sehingga apa yang diberikan nanti tidak sama dan saling melengkapi. Ataupun seorang anak yang sudah bekerja dan berpenghasilan serta masih status single pun biasanya menyisihkan hasil dari ia bekerja untuk membelikan orangtuanya sesuatu barang.
Jikapun kedua orangtua kita sudah tiada, kita tetap bisa berbagi dengan saudara dari keduanya, seperti bibi dan paman atau dengan tetangga kita terdekat.
Hari Lebaran (hari kemenangan) nanti merupakan hari yang ditunggu karena sudah menjadi tradisi di masyarakat bahwa hari itu harus berpakaian serba baru setelah berpuasa di bulan Ramadhan. Melihat kedua orangtua memakai pakaian yang kita berikan adalah sebuah kebahagiaan tersendiri buat kita. Berarti yang kita berikan mereka suka dan bermanfaat serta kita merasa dihargai.
***
Ilustrasi di atas mungkin sering kita jumpai, betapa sayang dan perhatiannya seorang kakak kepada adiknya sehingga ingin berbagi kebahagiaan dengan keluarganya sendiri, apalagi di bulan yang penuh rahmat dan magfirah ini.
KotaSantri.com © 2002-2026