Pelangi » Refleksi | Sabtu, 31 Juli 2010 pukul 15:50 WIB

Memakan Bangkai Saudara Sendiri

Penulis : Meyla Farid

Melihat berita hari ini, masih menempati 'rangking' pertama adalah berita tentang kasus yang melibatkan selebriti itu. Membaca komentar-komentar orang yang beragam, hati saya kok jadi capek sendiri. Benarlah, membicarakan keburukan orang dengan berlebihan itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Bahkan membuat hati menjadi sempit dan penuh kedengkian.

"Loh, mereka kan memang bersalah?" Mungkin ada yang berkomentar demikian. Andai benar begitu, lantas apakah memang bermanfaat kita selalu memperdebatkan mereka harus dibagaimanakan? Bukankah kita disini, yang menonton saja apa yang terjadi, hanya melihat dan membicarakan lalu menggunjingkan saja? Dan apakah tidak merasa, hati menjadi kusut dan lelah membicarakan aib orang terus-terusan seperti ini. Bahkan, hanya membaca komentar-komentar di milis saja saya sudah sangat 'lelah'.

Jadi teringat sebuah hadist sahih (namun saya lupa diriwayatkan oleh siapa), bahwa "Perbuatan dosa adalah segala sesuatu yang membuat hatimu tidak tenteram dan gelisah, dan perbuatan yang baik adalah segala sesuatu yang membuat hatimu tenteram dan tidak gelisah"

Mungkin tayangan infotainment yang berisi gosip sudah terlalu biasa kita konsumsi sehari-hari. Sehingga kita sebagai muslim jadi lupa, bahwa membicarakan keburukan orang lain tanpa ada tujuan yang baik sebagai penyelesaian masalah, termasuk dosa. Mengkonsumsi keburukan orang untuk kita gunjingkan. Bukankah kita umat Islam diwanti-wanti oleh Al-Qur'an agar tidak 'memakan bangkai saudara' sendiri? Iya, Teman. Menggunjingkan alias berghibah diibaratkan memakan bangkai saudara kita sendiri. Apalagi saudara seiman. Apakah kita mau memakan bangkai sesama saudara? Tidak mualkah kita? Jadi tidak heran jika saat berghibah kita sendiri menjadi 'bau' dan tidak baik lagi karena kita sudah menyantap bangkai!

Anjuran beberapa ulama untuk mengharamkan tayangan infotainment adalah berdasarkan fakta demikian. Harus kita akui, kita hanya mengkonsumsi berita-berita itu dan menikmatinya (menikmati memakan bangkai?!) tanpa melakukan apa-apa kecuali 'memakannya'.

Lantas bagaimana dong, penasaran dengan perkembangan kasus video itu!?. Mau bagaimana lagi nih, kita tidak ada kekuatan untuk memutuskan. Serahkan saja pada mereka yang mengurusnya. Baik atau buruk, benar atau salah, masing-masing akan bertanggungjawab atas keputusan yang mereka pilih. Berdo'a saja deh..supaya tidak bertambah lagi keburukan yang diakibatkan oleh kasus tak senonoh ini. Atau, bentengi diri dan orang-orang di sekitar kita..ini lebih efisien daripada berghibah.

KotaSantri.com © 2002-2026