
Pelangi » Refleksi | Ahad, 18 Juli 2010 pukul 16:00 WIB
Penulis : Meyla Farid
Segelintir orang berpendapat bahwa dibesar-besarkannya kasus video tak senonoh selebritis kita adalah sebagai upaya menyelam sambil minum air bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Menyelam, mendapatkan apa yang diagendakannya dengan mengekspos berita yang satu ini sehingga seakan-akan hanya satu kejadian 'besar' itu saja yang terjadi di negara kita. Adapun kasus yang menyangkut kemanusiaan, kesejahteraan rakyat yang diselundupkan, atau pertanggungjawaban suatu 'grup besar' di Indonesia atas masih berlangsungnya semburan lumpur di Sidoarjo sana, menghilang begitu saja. Lalu jika ini berhasil, tinggal minum air.
Ke mana berita headline tentang Pak Susno yang kemarin-kemarin sempat booming? Ketika itu rakyat Indonesia berteriak menuntut keadilan dari para aparat. Bahkan, sisi kebaikan rakyat Indonesia yang merindukan kebenaran di negara ini muncul dengan serentak.
Juga saat kejadian lumpur yang meluap di Sidoarjo masih hangat. Masyarakat Indonesia baik yang di Sidoarjo bahkan yang di Irian berdemo agar keadilan ditegakkan. Kita menuntut pertanggungjawaban dari pihak Lapindo yang mengakibatkan ratusan rakyat kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Tapi kenyataannya, kepentingan satu keluarga besar itu mengalahkan kepentingan hidup ratusan rakyat tak berdosa.
Sekarang, kasus selebriti ini sangat diperhatikan, baik oleh kepolisian bahkan presiden sendiri sudah turun tangan. Wah, hebat juga ya selebritis kita. Hebat atau bagaimana, saya sendiri bingung menilainya. Yang pasti, saat seorang Susno yang membongkar kebusukan tingkat kakap malah ditangkap dan dipenjarakan, pak presiden kita bungkam, entah mengapa. Juga pada kasus Lapindo. Padahal, bukan satu dua orang saja yang dirugikan oleh Lapindo tersebut.
Andai bisa memberikan saran dan kritikan tanpa harus takut ditekan atau dicekal seperti seorang jenderal yang bertugas di Afghanistan itu yang telah dipecat karena kritikannya kepada pemerintahan Amerika Serikat, mungkin akan banyak orang yang ingin bicara langsung kepada bapak presiden kita yang terhormat. Mungkin keinginan seperti itu hanya mimpi yang tidak kesampaian, ya setidaknya seperti biasa, saya tuangkan saja dalam tulisan ini.
KotaSantri.com © 2002-2026