
Pelangi » Refleksi | Sabtu, 5 Juni 2010 pukul 15:08 WIB
Penulis : Meyla Farid
Ketika membuka internet, langsung membaca berita tentang peristiwa yang terjadi pada misi kemanusiaan ke Gaza. Zionis Israel telah menyerang rombongan misi kemanusiaan ini dengan membabi buta dan tanpa alasan. Jelas sudah, berkali-kali, Zionis memperlihatkan siapa mereka sesungguhnya, pelanggar HAM sesungguhnya. Bagaimana bukan, dengan alasan apa kita, termasuk pencetus HAM di Amerika sana mungkin, dapat membenarkan serangan mereka terhadap misi kemanusiaan ini?
Alangkah terkutuknya penyerangan zionis Israel ini. Bagaimana mungkin mereka dapat berdalih setelahnya, seperti kebiasaan mereka di peristiwa-peristiwa lainnya, tentang penyerangan ke, yang notabene bukan pula penduduk Palestina yang mereka jajah selama ini, para aktivis kemanusiaan ini? Aduhai, bagaimana pula reaksi sebuah negara raksasa pencetus HAM sedunia terhadap peristiwa ini?
***
Ternyata tidak ada apa-apanya masalah yang kita hadapi dalam keseharian kita. Berapa kali, saya, sering merasa sedih dengan suatu masalah kecil yang terjadi dalam hidup. Tidak ada apa-apanya. Sekarang, masalah kecil apa dalam hidup saya yang biasa-biasa ini, yang dapat mengalahkan reaksi terhadap emosi saya saat mengetahui masalah yang sebenar-benarnya terjadi di luar sana? Tidak ada apa-apanya.
Tidak pantas kita merasa diri hebat, hanya dengan prestasi yang kita dapat. Prestasi yang hanya untuk diri sendiri. Lihat mereka di luar sana, para aktifis misi kemanusiaan ini, mereka telah dengan sebenarnya berprestasi, untuk agama mereka, untuk hidup mereka di dunia. Untuk prestasi mereka di akherat nanti. Alangkah malunya kita. Namun bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa sekarang, setidaknya, kita dapat 'menyetor' sumbangan kita dengan banyak mendo'akan keselamatan mereka. Mendo'akan para saudara kita di Palestina. Mendo'akan para aktifis misi kemanusiaan yang telah berbuat nyata untuk Gaza.
Ya Allah, bukakanlah hati mereka yang masih tertutup, terangilah dengan kebenaran dari-Mu. Lindungilah saudara-saudara kami, ya Allah. Aamiin ya Rabbal'aalamiin.
KotaSantri.com © 2002-2026