Pelangi » Refleksi | Senin, 24 Agustus 2009 pukul 15:00 WIB

Anggota Dewan di Mata Seorang Driver

Penulis : syahirman syahril

Lebih kurang dua setengan tahun, aku ikut bekerja sebagai private driver untuk seorang anggota dewan terhormat di bilangan Kebon Sirih Jakarta.

Aku bahagia bisa ikut andil untuk membantu tugas-tugas “bos” selama masih menjabat sebagai anggota dewan di Kebon Sirih. Selama aku bekerja, aku banyak merasakan apa-apa yang sebelum ini tidak pernah aku rasakan dalam hidupku, seperti makan bareng di restoran-restoran terkenal ataupun datang ke daerah yang sebelumnya aku belum pernah ke sana. Semua pekerjaan itu aku lakukan dengan senang dan syukur.

Awalnya aku mengenal “bosku” itu lewat seorang teman yang kebetulan sama-sama di jaringan dakwah yang aku ikuti. Aku tidak tahu persis kehidupan "bosku" sebelumnya. Tapi dari teman-teman, aku mendapat info tentang bagaimana persisnya beliau dulu. Di sini, aku mau sedikit membagi pengalaman selama aku berinteraksi dengan seorang pejabat negara.

Di awal-awal aku bekerja, aku sangat menikmatinya. Dan kemudian, aku pun mulai memahami bagaimana sebenarnya pekerjaan menjadi seorang anggota dewan terhormat. Pernah aku menulis segala kegiatan berikut jam tayang aktifitas “bosku" itu. Tapi akhirnya, aku tidak meneruskannya, karena aku fikir gak ada gunanya, walaupun sebelumnya aku berniat hendak mencatat dan mengumpulkannya menjadi sebuah catatan.

Aku memulai aktifitas kerja dari jam 6.30 pagi di rumah “bosku”. Pertama aku datang, langsung membawa anak-anak “bos” untuk antar ke sekolah yang sebenarnya tidaklah begitu jauh, tapi cukup berkeringat untuk jalan di pagi hari. Kemudian aku balik ke rumah “bos” untuk membersihkan mobil. Semuanya sudah selesai dikerjakan selama kurang lebih satu jam. Kemudian aku bersantai sambil menunggu "bos" berangkat kerja. Beranjak siang, setelah menunggu sekian jam, lebih kurang jam 11.00, baru berangkat ke kantor.

Aku sering bertanya-tanya pada diri pribadi; Emang absen kantornya jam berapa? Ternyata menjadi anggota dewan itu tidak harus berangkat pagi-pagi, sebab sampai kantor mau apa? Toh rapat kan tidak saban hari. Jadi buat apa juga berangkat pagi? Begitulah mengenai 'jam tayang' ngantor anggota dewan kita terhormat yang bisa aku simpulkan.

Mungkin tidak semua anggota dewan berlaku seperti itu. Tapi setidaknya, dari yang aku amati, seperti itulah mayoritas yang aku lihat. Sungguh, sebuah sikap yang tidak mencerminkan sebagai anggota dewan, dimana seharusnya bersikap profesional dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat, bukannya berleha-leha atas amanah yang telah menjadi tanggung jawabnya.

"Hai orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad SAW) dan janganlah kalian mengingkari amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kalian mengetahui." (QS. Al-Anfaal [8] : 27).

Bertanggungjawablah bila diberi amanah kedudukan dan kekuasaan dengan berjuang serius mengutamakan kepentingan rakyat, memajukan lembaga, dan menguntungkan semua pihak. Dan jangan sekali-kali secara curang mengorbankan amanah untuk kepentingan diri pribadi. Itu adalah ciri khas orang curang yang akan gagal karirnya.

Wallahu a'lam.

KotaSantri.com © 2002-2026