Pelangi » Refleksi | Kamis, 28 Mei 2009 pukul 16:09 WIB

Arti Nilai Dirimu

Penulis : Mariam Komalawati

Melihat fenomena hidup di sekitar, membuat banyak mengambil perumpamaan untuk kita jadikan sebagai ibrah. Sekecil apa pun peran yang kita jalani, pada dasarnya sebagai cermin eksistensi, dimana setiap eksistensi tersebut merupakan bagian dari aktualisasi diri. Bentuk aktualisasi inilah dimana manusia dengan berbagai macam cara menjalani perannya demi satu pengakuan, bahwa kita perlu “exist”.

Kita akan berbangga jika keberadaan kita diakui di tengah-tengah masyarakat atau pada suatu komunitas tertentu, suatu hal yang wajar bila kita butuh suatu penghargaan, tetapi bukan berarti doyan pujian, wajar pula jika kita merasa senang dengan prestasi yang menggembirakan dari usaha kita yang optimal, tetapi bukan berarti kemudian jadi lupa daratan. Allah menunjukkan keridhaanNya terhadap suatu amalan manusia yang ikhlas melalui lisan manusia sebagai bentuk sanjungan terhadapnya.

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah, "Beritahu aku tentang seorang laki-laki yang melakukan suatu amal kebaikan dan orang-orang memujinya atas amal itu?" Beliau menjawab, "Itu adalah kabar gembira bagi seorang mukmin yang dipercepat.” (HR. Muslim).

Terlalu na’if jika pujian-pujian ataupun pengakuan tersebut hanya menyebabkan terseretnya kita pada satu hal yang disebut riya’, betapa tidak berharganya amalan kita di hadapan Allah dengan hanya terbayar oleh pengakuan teman/rekan/anggota masyarakat terhadap kualitas diri kita yang sebenarnya “semu”. Sama jeleknya jika kita lantas menjadi bersikap mundur dengan tidak melakukan apa-apa karena ketakutan terhadap sang riya’. Maju kena, mundur kena. Nikmati saja dengan jiwa istiqamah untuk tetap konsisten meluruskan niat.

“Sesungguhnya amalan itu hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari - Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa niat sebagai barometer dalam menilai arti setiap tingkah laku kita, dengan kata lain motivasi diri merupakan hal utama dalam suatu tindakan. Sejauh mana kita memberikan arti dan nilai pada kualitas aktualisasi diri kita? Baik buruknya motivasi akan memberikan feedback yang sama dan setimpal. Satu hal lagi yang patut diingat, bahwa nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya.

Semoga kita bisa sama-sama bertekad untuk tetap meluruskan niat dalam setiap langkah ikhtiar kita menuju pribadi ikhlas yang diharapkan. Process of becoming.

KotaSantri.com © 2002-2026