
Pelangi » Pernik | Ahad, 9 Desember 2012 pukul 10:30 WIB
Pertemuan Terakhir
Penulis : Mujahid Alamaya
Dana dan Dadi adalah kakak adik yang tinggalnya beda tempat. 14 tahun mereka tinggal terpisah. Dana tinggal bersama neneknya, kemudian merantau ke sebuah kota. Sedangkan Dadi tinggal bersama orangtuanya. Sesekali mereka bertemu saat Dana silaturrahim ke rumah orangtuanya.
Postur tubuh yang jauh beda, membuat orang lain salah menilai. Dadi sering disangka kakaknya Dana, karena tubuhnya yang besar. Namun demikian, rasa hormat Dadi pada Dana tak berkurang.
Hari itu, masih dalam suasana Lebaran, Dana bertemu dengan Dadi. Tak banyak obrolan di antara mereka, karena memang mereka tidak begitu akrab layaknya kakak adik.
Tibalah saatnya Dana berpamitan untuk kembali merantau. Saat itu, kebetulan ada keponakan yang bisa diminta tolong untuk mengantar Dana ke jalan raya, karena kebetulan jarak dari rumah ke jalan raya lumayan jauh.
Ketika Dana ke luar rumah dan hendak berangkat, ternyata Dadi sudah siap di jalan dengan sepeda motor pinjaman, milik temannya. Tanpa basa-basi, Dadi langsung memersilakan Dana untuk menaiki sepeda motor. Dana tak menolak dan merekapun bergegas pergi.
Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol singkat. Sampailah pada pertanyaan kenapa Dadi tidak mencari pekerjaan yang jauh lebih baik. Dadi mengatakan, ia beberapa kali mendapatkan tawaran pekerjaan di luar kota, namun selalu ia tolak, karena ia tidak mau meninggalkan bapak yang sudah beranjak tua dan butuh perhatian dari anaknya.
Dana sadar, selama ini hanya Dadi yang bisa diandalkan bapak, karena anak-anaknya bapak yang lain sudah tidak tinggal serumah lagi. Dana hanya bisa berkata pada Dadi, untuk terus memerhatikan bapak.
Tak terasa, jalan raya tinggal beberapa meter lagi. Terbersit dalam hati Dana untuk memberi Dadi sejumlah uang. Namun setelah dipikirkan, Dana mengurungkannya. Dana berpikir, jika ia memberinya uang, takut uang tersebut digunakan untuk hal-hal yang sia-sia, mengingat perilaku Dadi yang berbeda dengan saudara yang lain. Mungkin lebih baik memberi sesuatu untuk Dadi dalam bentuk barang.
Beberapa bulan berlalu, Dana belum sempat pulang dan bertemu dengan Dadi. Hingga pada suatu hari, Dana dikejutkan oleh kabar yang memberitahukan bahwa Dadi meninggal dunia karena kecelakaan di jalan raya.
Mendengar kabar tersebut, Dana kaget bukan main dan merasa tak percaya. Tak menyangka Dadi akan pergi menghadap-Nya begitu cepat. Ada rasa sesal dalam diri Dana, karena saat Lebaran itu tidak memberi Dadi sejumlah uang dan belum sempat membelikan barang untuk Dadi.
Hingga kini, jika ingat dengan pertemuannya bersama Dadi, Dana masih menyesali sikapnya tempo hari dan merasa kehilangan yang amat sangat. Ternyata, pertemuan itu adalah pertemuan terakhir.
KotaSantri.com © 2002-2026