HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://ashifku.kotasantri.com
Bergabung
12 Juni 2009 pukul 03:33 WIB
Domisili
Sleman - D.I. Yogyakarta
Pekerjaan
Mahasiswa
Ashif adalah mahasiswa Universitas Gadjah Mada, aktif di Forum Lingkar Pena DIY dan menjadi Kepala Sekolah Creative Writing Center Yogyakarta,
Tulisan Ashif Lainnya
Cheerful Passage
31 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Hakikat Waktu dan Dunia
29 Oktober 2013 pukul 22:00 WIB
Selamanya
9 Oktober 2013 pukul 23:00 WIB
Jalan Orang Kembali
8 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Orientasi Makna
17 September 2013 pukul 22:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 19 November 2013 pukul 21:00 WIB

Ilmu itu Berbuah Santun

Penulis : Ashif Aminulloh Fathnan

Betapa sesungguhnya ilmu sangat mempengaruhi akhlak, kawan. Sesungguhnya demikian.

Sesungguhnya... Karena kenyataannya, tidak sedikit ilmuwan cerdik cendikiawan yang meninggi. Karena ilmunya ia menjadi tinggi, bukan menunduk seperti padi, tapi seperti kapas, ilmu itu berterbangan dan di luar kulit buah tinggal ampas tanpa isi, kosong melompong. Ilmu tidak di hati, tapi di akal ia menyombongkan diri. Sungguh, kawan, sungguh bukan demikian ilmu itu seharusnya bekerja.

Na'udzubillah, mari dengar nasihat ini, mari baca pesan Al-Ghazali, telah lama pula ia menuliskannya. Dalam kitabnya Tazkiyatun Nafs, sari dari Ihya Ulumuddin, terpetiklah kalimat ini.

Umar RA berkata, "Belajarlah ilmu dan belajarlah tawadhu dan santun kepada ilmu."

Ali RA berkata, "Kebaikan itu bukan dengan banyak harta dan anak, tetapi dengan banyak ilmu, sikap santun, tidak membanggakan ibadah kepada orang, apabila berbuat kebaikan memuji Allah dan apabila berbuat keburukan memohon ampunan kepada Allah."

Al-Hasa berkata, "Carilah ilmu dan hiasilah diri dengan sikap tawadhu dan santun."

Aktsam bin Shifi berkata, "Tiang penopang akal adalah sikap santun, sedangkan penghimpun segala urusan adalah kesabaran."

Ali RA berkata, "Sesungguhnya hal yang pertama kali menjadi ganti kesantunan seorang penyantun adalah bahwa semua orang menjadi pendukungnya dalam menghadapi orang bodoh."

Mu'awiyah rahimahullah berkata, "Seorang hamba tidak akan mencapai derajat cerdas sebelum kepenyantunannya mengalahkan kebodohannya dan kesabarannya mengalahkan syahwatnya; dan ia tidak akan mencapai hal tersebut kecuali dengan kekuatan ilmu."

Mu'awiyah berkata kepada Amer bin Al-Ahtam, "Siapakah orang yang paling berani?" Ia menjawab, "Orang yang menolak kebodohannya dengan kesantunannya." Mu'awiyah bertanya lagi, "Siapakah orang yang paling dermawan?" Ia menjawab, "orang yang mengorbankan dunianya untuk kemaslahatan agamanya."

Mari belajar, mari bersihkan hati, dan jauhi godaan setan dan nafsu dalam hati. Bismillah...

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ashif Aminulloh Fathnan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Arry Rahmawan | Penulis dan Trainer
Subhanallah, akhirnya KotaSantri.com semakin berkembang. Artikelnya bagus dan dapat menambah wawasan kita semua. Maju terus KotaSantri.com... ^^
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1499 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels