Pelangi » Percik | Selasa, 8 Januari 2013 pukul 12:00 WIB

Do'a yang Singkat

Penulis : Muhammad Hilmy

Sudah sewajarnya dalam hidup ini manusia memiliki banyak hajat dan keinginan. Ada yang ingin kaya, ingin punya rumah yang lebih besar, ingin segera menikah, dan berbagai keinginan lainnya. Siapapun yang punya keinginan, sebutkan secara detail keinginan itu kepada Allah SWT.

Sejarah mencatat melalui Al-Qur'an, do'a-do'a para nabi yang jelas keshalehannya melebihi kita. Nabi Ayyub AS menderita sakit selama 18 tahun, namun tahukah do'a apa yang ia panjatkan? Beliau berdo'a, "Aku terkena penyakit dan Engkau adalah Sang Paling Penyayang."

Nabi Zakaria AS yang hingga usia tuanya belum dikaruniai anak juga berdo'a dengan do'a yang singkat dan indah, "Wahai Tuhan, jangan biarkan aku sendirian dan Engkau adalah Pemberi warisan yang Terbaik."

Begitu pula dengan Nabi Yunus AS, ketika ditelan oleh perut ikan dan berada dalam kegelapan, beliau berdo'a dengan singkat dan indah hingga dijadikan dzikir peminta ampun. "Tiada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim."

Do'a yang singkat seperti para Nabi di atas disertai dengan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat dan Mahatahu terhadap keinginan dan kebutuhan diri kita. Apakah salah berdo'a dengan detail? Tentu tidak salah, dan dibenarkan. Hanya saja, do'a yang terlalu panjang bisa membuat kita lupa untuk mengulangnya dalam tiap do'a. Sementara do'a yang singkat dan disertai keyakinan yang bulat, akan lebih mudah diucap dan diulang dalam setiap sujud dan do'a. Sehingga kita akan memiliki keyakinan do'a tersebut akan dikabul.

KotaSantri.com © 2002-2026