
Pelangi » Percik | Jum'at, 28 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Untuk apa berteman? Jika dari situ tak membuat kita dekat dengan Allah. Untuk apa bekerja? Jika tak membuat kita dekat dan semakin mendekat dengan Allah. Untuk apa mengaji? Jika tak membuat kita dekat dan semakin mendekat dengan Allah. Untuk apa mengaktualisasikan diri? Jika tak jua membuat kita semakin dengan Allah. Untuk apa menjadi bermanfaat? Jika kemanfaatan itu tak menimbulkan efek dekat dengan Allah. Untuk apa menikah? Jika tak mampu menjadi wasilah semakin mendekat dengan Allah. Untuk apa berbaur? Jika tak menjadikan kita semakin dekat dengan Allah.
Ini bukan tentang keegoisan, tapi tentang cahaya yang harus tetap menyala. Bukankah setiap muslim adalah cahaya? Lalu, masih disebutkah cahaya jika ianya tak bercahaya? Ini, bukan hanya sekedar tentang hubungan sosial, tapi tentang sebuah loyalitas, yang penempatannya sudah jelas dan tuntas. Bahwa loyalitas tertinggi, hanya untuk Allah dan RasulNya. Sehingga jika bukan hanya untukNya dan karenaNya, maka seharusnya tak ada alasan lagi untuk hidup.
KotaSantri.com © 2002-2026