Pelangi » Percik | Selasa, 27 Maret 2012 pukul 13:30 WIB

Hidup itu adalah Pilihan

Penulis : Febrian Hadi Santoso

Hidup itu adalah pilihan. Ya, hidup itu harus memilih, memilih di antara banyak pilihan untuk tetap fokus dan hidup lebih terarah. Demikianlah sejatinya hidup yang mengharuskan memilih. Bahkan sejak kecil kita sudah harus memilih meski dalam konteks belajar. Mau jadi anak baik atau tidak itu pilihan, mau jadi orang yang dengan segudang prestasi itu juga pilihan. Namun ada satu hal yang di luar kemampuan kita untuk memilih. Sebagai contoh, ketika kita masih di dalam kandungan ibu, kita tak bisa memilih jenis kelamin kita, dan kita juga tak bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan. Itu sudah kuasa Allah SWT.

Hidup itu adalah masalah pilihan. Namun dalam perjalanannya tak semudah yang kita bayangkan. Hidup harus benar-benar memilih. Memilih yang terbaik di antara yang baik. Memilih masa depan itu bukan perkara yang mudah, lima tahun yang akan datang, sepuluh tahun, dua puluh tahun mau menjadi apa itu kita pilih sejak saat ini. Teruntuk saya yang masih remaja menginjak dewasa ini. Pikiran dan emosi yang masih labil membuat segala sesuatunya sulit dipilih. Sedikit membela diri, memang sudah fitrah manusia kalau ingin semuanya. Saya sangat tertarik dengan ilmu yang sangat luas. Saya tertarik dengan seni menginspirasi dan memotivasi, saya juga tertarik pada public speaking mungkin karena saya termasuk orang dengan tipe sanguins yang selalu ingin tampil di muka umum. Namun, tak lama lagi saya akan menjadi seorang statistikawan.

Tapi inilah hidup, “life is a choice, and there’s only one choice at one time,” kita hanya bisa memilih satu hal dalam satu waktu, dan fokus perlu dalam apapun yang kita kerjakan. Namun sempat berpikir saat membaca buku “99 Ilmuwan Muslim Perintis Sains Modern”, mereka adalah orang yang jenius dalam berbagai bidang, tapi tetap ada bidang yang mereka kuasai lebih dari yang lain.

Al-Khwarizmi misalnya, ilmuwan asal Uzbekistan ini adalah orang pertama yang menemukan Algoritma Matematika. Beliau juga tidak saja ahli di bidang Matematika, beliau juga dikenal sebagai astronom dan ahli Geografi. Contoh lain adalah Al-Kindi, ilmuwan kimia dengan nama lengkap Abu Yusuf Ya’kub bin Ishak al-Kindi dari Yunani. Beliau juga tak hanya dikenal sebagai ahli Kimia, namun juga ilmu Matematika dan filsuf handal.

Itulah beliau-beliau yang ahli di berbagai bidang. Untuk orang seperti kita (saya dan anda), hendaklah fokus terlebih dahulu dalam memilih keahlian. Perkara ingin menjadi orang yang ahli di berbagai bidang, itu pun bisa, namun hanya saja dibutuhkan tahapan-tahapan dan prioritas dan tetap ada satu hal yang harus kita kuasai lebih daripada yang lain. Yang menyebabkan kita muncul di antara yang lain.

KotaSantri.com © 2002-2026