Pelangi » Percik | Jum'at, 24 Februari 2012 pukul 13:13 WIB

Nikmat Kehidupan

Penulis : @ Arda Dinata

Bukankah dalam kehidupan seorang muslim itu semuanya berada dalam koridor untuk ibadah kepada-Nya?

Dalam hal ini ’Utsman RA pernah berkata, “Aku menemukan kenikmatan beribadah dalam empat hal, yaitu ketika mampu menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah; ketika mampu menjauhi segala sesuatu yang diharamkan Allah; ketika mampu melakukan ‘amar ma’ruf dan mencari pahala dari Allah; dan ketika mampu melakukan nahi mungkar dan menjaga diri dari murka Allah.”

Dengan berpedoman pada empat hal itulah harusnya kita memposisikan menjemput nikmat kehidupan ini. Sebab, bisa jadi sesuatu kejadian di mata kita merupakan musibah. Namun, sesungguhnya dalam kacamata Allah SWT, hal itu adalah nikmat yang patut kita syukuri. Pada konteks ini, menurut Umar RA, ada empat musibah yang dirasakan membawa nikmat.

Umar RA berkata, ”Demi Allah, tidaklah aku ditimpa musibah, melainkan di dalamnya aku rasakan nikmat Allah, yaitu apabila musibah itu terjadi bukan pada agamaku; musibah tersebut tidak lebih berat daripada musibah yang telah menimpa diriku; musibah itu tidak menghalangi aku untuk mendapatkan keridhaan Allah; dan musibah yang darinya aku bisa mengharapkan pahala Allah.”

KotaSantri.com © 2002-2026