Pelangi » Percik | Selasa, 22 November 2011 pukul 11:11 WIB

Takdir

Penulis : Ashif Aminulloh Fathnan

Ada banyak garis takdir di dunia ini. Takdir bahwa mentari bersinar di pagi hari. Takdir bahwa hujan turun dengan derasnya. Takdir bahwa akan ada pelangi yang menghiasi awan setelah hujan. Takdir bahwa sebatang pohon akan tumbang di suatu hari. Takdir bahwa sekuntum bunga akan mekar dengan indahnya.

Garis-garis takdir itu melingkupi makhluk. Menjalin satu demi satu hingga membentuk sesuatu bernama kehidupan. Bahwa kehidupan ini tak mungkin ada tanpa takdir. Dan bahwa bumi berputar, matahari mengorbit, galaksi beriiringan. Alam semesta selalu tunduk pada takdir. Juga hewan, tumbuhan. Burung berkicau, semut merambat, ayam menetas, juga saat tunas tumbuh. Dan juga dirimu. Bahwa darahmu mengalir, jantungmu berdetak, jutaan sel mati, dan lalu yang lain hidup. Ada banyak garis takdir menggores, membentuk gambar kehidupan dunia kita.

Pada takdir itu pula Allah menciptakan malaikat. Dengan takdirnya mengurusi kehidupan. Malaikat makhluk yang tunduk pada titah-Nya yang agung untuk menyelenggarakan kehidupan bagi makhluk-makhluk yang lain. Ada malaikat menjagamu di saat kau terlelap, ada malaikat mengatur orbit bumi saat manusia di atasnya sibuk berbisnis. Malaikat, hewan, tumbuhan, dan seluruh isi alam semesta semua tunduk pada-Nya. Pada Allah semua berserah.

Sementara manusia, entitas yang menjadi makhluk paling mulia diberi pilihan, diberi irodah, keinginan manusia selama ia hidup. Faalhamaha fujuraha wa taqwaha, bahwa manusia diberi kesempatan untuk memilih, itulah takdirnya. Dan dengan pilihannya itu ia akan menentukan apakah mulia ataukah hina hidupnya. Dan dengan pilihan itu ia pula akan dihakimi di akhirat kelak. Akankah surga atau neraka. Bahwa pilihan-pilihan inilah yang terikat pula pada manusia, yang menjadi takdir pula bagi manusia, bahwa ia adalah sesuatu yang tidak akan terlepas hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Maka, takdir yang ini bernama ikhtiar, usaha manusia, yang membuatnya tunduk pada irodatullah. Dan pada takdir itu pula, Allah memberi manusia pilihan, takdir manusia adalah memilih, dan berusaha. Maka Allah yang akan menentukan baginya, apakah baik kesudahannya, ataukah buruk. Dan Allah Maha Pengasih yang memberi ketetapan dengan perkasa.

KotaSantri.com © 2002-2026