
Pelangi » Percik | Jum'at, 2 September 2011 pukul 15:30 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Berkisah tentang hati, yang ceruk kedalamannya tak pernah bisa diukur dengan pasti. Dan kini aku mulai mengerti, ternyata ketaatan itu membuatnya lembut. Dan kini aku mulai mengerti, ternyata kelembutan hati meromantiskan semua indera manusia. Pun aku jadi mengerti, ternyata taat itu romantis.
Rasailah kelembutan hati para ulama' terdahulu. Betapa romantisnya mereka dalam ketaatan. Hingga kita dapati karya seperti "Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin; Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu" oleh Ibnul Qayim al-Jauziyah.
Jika cinta mempunyai cakupan lain, maka ketaatan adalah jawaban dari cakupan cinta. Dan jika perbuatan harus menjadi penyandingnya, maka romantis adalah sepadannya.
Cinta, taat, dan romantis. Menjadi sketsa indah yang mengabadikan semua kisah. Lelaku manusia-manusia bumi yang telah berhasil selalu terhubung ke langit. Menebarkan wangian kasturi yang aromanya hingga ke hati para pencari Tuhan.
KotaSantri.com © 2002-2026