Pelangi » Percik | Jum'at, 29 Juli 2011 pukul 11:22 WIB

Hati; Cinta dan Dakwah

Penulis : Rifatul Farida

Ketika cinta itu mengenai apa yang kau rasa, demikian juga dakwah. Ketika cinta adalah aroma indah yang menentramkan saudara seiman, begitu juga dakwah. Ketika cinta mengecup kening-kening ukhuwah dengan kecupan terlembut, begitu juga seharusnya dakwah.

Maka dakwah adalah cinta!

Ia menelusup ke jantung hati para pejuang kebenaran, menggejolakan darah pada titik-titik ridhaNya. Menebar keshalehan sosial yang mulanya adalah keshalehan pribadi.

Ketika cinta menjadi dakwah, mestinya tak ada saling menjegal. Ketika cinta seharusnya dakwah, maka selayaknya hati-hati kita terhimpun dalam satu kata; untukNya.

Namun, begitulah dakwah memilih jalannya sendiri. Dan kebenaran memilih waktunya sendiri. Sementara di barisan ini, berbekal kekokohan tekad, yang dimuarakan untuk keridhaanNya, kita merunutinya dengan senandung kerinduan, akan surga firdausi yang dijanjikan. Di sisi hati, ada do'a-do'a tak berjeda, akan ketetapan menempati satu kata inti, petunjukNya.

Bukan pada ulasan-ulasan yang dirasa cerdas menentukan cinta ini harus ke mana, tapi ada dimensi lain yang hanya dipahami oleh para pelaku cinta. Tidak untuk fanatik, tapi untuk sebuah harga dari hati, yang telah bersatu dalam rangka membela syari'atNya.

Seperti halnya keimanan yang ada di hati, pun demikian cinta. Ia, tak kan mampu terjangkau hanya dengan ulasan logis, dan dibantai habis secara ilmiah. Karena cinta, hanya dari hati ke hati.

Maka, mengertikah engkau sekarang, kawan? Justru tangan ini semakin erat saling berpegangan, disaat-saat ini, ketika ujian demi ujian begitu deras mengucur di pelataran keteguhan.

KotaSantri.com © 2002-2026