
Pelangi » Percik | Selasa, 15 Februari 2011 pukul 10:30 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Masih ada sejuta senyuman, dan akan lebih banyak senyuman lagi. Di indah hujan hari ini, yang menderas tak terbendung. Di mendung syahdu hari ini, yang membersamai banyak tutur dan laku, di udara dingin sepanjang hari ini, yang memercikkan rasa romantisme dalam dada.
Hanya antara hati-hati kita, yang riuh dalam asa dan banyak cita. Jalan takdir yang lurus-lurus saja, namun tiba-tiba menikung, dan ada kalanya mendaki terjal. Ah, tetap saja indah hidup ini, karena kita tak pernah mengeluhkan jatah yang menjadi porsi diri. Tak kelewat sedih setiap peluang yang hilang, pun tak kelewat bahagia setiap kesenangan melimpah ruah.
Semuanya, terjalani dengan begitu sempurna. Sempurna, sebagai manusia itu sendiri. Hati ini, jiwa ini, pikiran ini, akan terus memaknainya dengan hakikat sebagai seorang muslim, yang sabar dan syukur menjadi dua sikap yang dipergilirkan. Maka, hanya kebaikan, kebaikan, dan kebaikan yang tercipta, dalam keadaan apapun, sepanjang nafas menghembus.
Sahabatku, tahukah engkau? Sejatinya IA selalu memberi yang terbaik untuk kita. Hanya saja, kadang kita tak mengerti dengan pemaknaan yang terbatas. Maka, berbaik sangka menjadi solusi mutlak, dan firmanNya pun menjadi jaminan, bahwa IA tergantung persangkaan hambaNya.
KotaSantri.com © 2002-2026