
Pelangi » Percik | Selasa, 8 Februari 2011 pukul 10:35 WIB
Penulis : Febi Robianti
Pernahkah merasakan sesuatu yang begitu menghimpit jiwa? Sehingga bingung mau mendefinisikannya? Bagi saya, mendefinisikan rasa itu penting. Apakah ini sayang, cinta, kesal, marah, murka, atau benci? Bisa juga sekadar luapan emosi sesaat. Penting banget gak sih? Ya penting dong.
Penting karena atas dasar rasa itulah seringkali kita bertindak. Rasa letaknya di hati. Ketika hati merasakannya, bekerjalah mekanisme jiwa memprogram niat. Bersabda Rasulullah dalam hadits riwayat Bukhari, bahwa setiap orang hanya mendapatkan apa yang ia niatkan. Jadi, murnikan niat! Murnikan niat!
Insya Allah ketika kita meniatkan segalanya untuk ibadah pada-Nya, endingnya akan berbeda. Sungguh. Walau kelak tak bersesuaian dengan kehendak semula, Allah Yang Mahakuasa akan menggerakkan hati kita pada kelapangan. Kelapangan yang tak kita duga sebelumnya. Kok bisa, ya? Itulah Rabb kita.
Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar
Kehendak-Nya bekerja lebih cepat sebelum tangan ini gemetar terangkat, meminta pada-Nya. Bungkuslah langkah kita dengan do'a, tanpa tendensi.
Terima kasih, Allah. Telah kau jaga lisan kami dari 'interupsi' dan keberpihakan rasa. Engkau Yang Mahaagung. Engkau menggenggam yang nyata dan ghaib. Sempurnakan iman kami dengan mengingat ada-Mu dalam bising dan bisu. Sempurnakan ibadah kami dengan memurnikan perjuangan di atas kalimat-Mu saja. Cukupkan kami dengan keduanya. Kabulkanlah, ya Rabb kami.
KotaSantri.com © 2002-2026