Pelangi » Percik | Selasa, 18 Januari 2011 pukul 18:00 WIB

Lebih dari Cinta Penduduk Langit

Penulis : Febi Robianti

Cinta adalah sesuatu yang membuat manusia bersemangat untuk bangun pagi dan melanjutkan kehidupan. Bagaimana menurut Anda, setuju atau tidak dengan pernyataan saya tadi? Kalau kurang setuju, mungkin karena kita belum menyamakan persepsi tentang cinta. Atau mungkin cinta terlalu rendah jika disejajarkan dengan pernyataan tersebut? Ya. Cinta adalah sesuatu yang agung dan indah, membuat kepedihan sekali pun masih dapat dipertahankan dengan alasan demi menjaga keabadian cinta.

Akan tetapi, bagaimana jika kita tidak dicinta? Ah… Siapa sih yang menyangka penjara dunia siap mengerangkeng jiwa dan raga dengan ketidakberpihakan cinta? Ke manapun manusia melarikan dirinya, tak ada yang dapat memberikan janji kebahagiaan selain kata yang satu itu. Walaupun oksigen tidak menipis, suhu udara tidak meningkat, dan tanah yang dipijak tidak retak, dunia terasa berpindah dimensi. Sesak. Asing.

Mencinta adalah awal dari dicinta. Rasul yang penghulunya para nabi menyatakan, bahwa orang akan dicintai manakala ia mencintai. Sungguh, tebarkanlah rasa cinta yang tulus yang berasal dari hati yang suci. Pancaran kasih ilahiyah inilah yang menjadikan makhluk bumi (an-naas) melesat melebihi makhluk langit. Pancaran ini yang menyebabkan Allah SWT mencintainya, dan Ia titahkan pada Jibril untuk menyebarkan berita cinta ini kepada penduduk langit, sehingga penduduk bumi mencintainya. Seperti hadits dari Abu Hurairah di bawah ini.

Bersabda Nabi SAW, "Apabila Allah cinta pada seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan memberitahukan padanya, "Allah telah cinta kepada Fulan, maka cintailah engkau padanya." Kemudian disiarkan kepada sekalian penghuni langit, sesungguhnya Allah cinta kepada Fulan, maka cintalah kamu sekalian padanya. Dan setelah dicintai penduduk langit, diberinya kemudahan kepada orang bumi."
(HR. Bukhari Muslim).

Jadi, mari tebarkan cinta suci. Cerminan hati yang bersih, mengharap Allah SWT mengasihani kita di yaumil akhir nanti. Kala itulah kecintaan menjadikan penentu tempat kembali kita. Apakah ke surga na'im ataukah ke neraka jahiim.

Katakanlah, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.
Katakanlah, "Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
(QS. Ali Imran, 3 : 31-32).

Cinta. Sesuatu yang tidak terlihat (invisible), namun demikian terasa dan berefek luar biasa. Cinta berkata lebih banyak dengan makna yang sangat dalam, bahkan sebelum ia sempat diucapkan.

KotaSantri.com © 2002-2026