
Pelangi » Percik | Selasa, 28 September 2010 pukul 18:33 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Dan cerita di ujung senja kemarin, memadukan setiap rasa menjadi pusaran-pusaran gerak. Maka berhentilah di malam harinya, sebab fajar pasti datang, menyuguhkan kembali bentangan waktu, menghidupkan kembali kedinamisan hidup, mewajibkan kita untuk tetap bergerak.
Sungguh, demi waktu fajar apabila menyingsing, setiap jiwa pasti akan dimintai pertanggungjawaban, atas setiap apa yang pernah dilakukannya. Betapa hari itu, ketika semua urusan dihadapakan pada Rabbul Izzati, ketika timbangan amal ditegakkan, maka tak ada sedikit pun celah kesempatan dan alasan untuk mengelak.
Dan jiwa ini, yang ambivalensinya sering timpang, rasanya dalam saat-saat sekarang ini, tak punya catatan memuaskan, terlebih mengagumkan, pada setiap apa yang harus dipertanggungjawabkan atas semua gejolak gerak dan letupan keinginan. Karena setelah sekian lama, masih saja kisruh menyambangi laku diri, masih saja nafsu terteter dikendalikan, masih saja kebaikan terbata dieja.
Melihat kembali tentang hakikat kehidupan, yang sebenarnya sudah dimengerti kedalamannya namun sering terapung di permukaannya, karena mungkin hanya mengurusi masalah sebenarnya bernilai sepele namun begitu terasa penting, yang sebenarnya mudah namun sering dibuat rumit, yang sebenarnya bermassa ringan namun dipanggul berat.
Maka di waktu fajar ini, titik permulaan kembali dimulai. Hari ini adalah hari ini, bukanlah mengulang hari kemarin dan tak kan pernah datang lagi hari yang sama di masa yang akan datang, kecuali kelak ketika meminta pertanggungjawaban atas semua hal yang pernah terlakukan. Itulah mengapa sebabnya tak ada namanya ulang tahun dalam penghitungan usia kehidupan setiap jiwa, kecuali tak lain itu hanyalah kamuflase dan budaya yang dicipta oleh sebagian golongan manusia.
Ini, adalah hari yang kesekian dalam usia kehidupan. Maka pertanyaannya kemudian, setelah mengalami berbagai hal dan rasa, akankah kisah di masa lalu menjadi pelajaran? Hingga tak kan terulang lagi kesalahan yang sama, hingga mampu menjadikannya lebih baik dari hari sebelumnya, dan semakin baik dari hari ke hari.
Semoga saja, hari ini menjadi hari yang penuh keberkahan, dalam rengkuhan ridhaNya. Aamiin
***
RF_Memulai hari lagi.
KotaSantri.com © 2002-2026