
Pelangi » Percik | Selasa, 2 Maret 2010 pukul 17:00 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Seseorang tidak dapat menjadi seorang muslim tanpa memiliki pengetahuan, karena Islam diperoleh bukan karena faktor keturunan, melainkan melalui pengetahuan. Tanpa pengetahuan, kita pasti akan meraba-raba sepanjang jalan dan akan disesatkan oleh Dajjal. Tetapi dengan obor pengetahuan, ia akan melihat jalan Islam yang lurus pada setiap langkah hidupnya, melihat dan menghindari jalan-jalan kufr, syirk, bid'ah, dan immoralitas yang menghadang jalannya.
Maka mengapa kita tidak bersikap serius dan bersungguh-sungguh dalam mencari pengetahuan, yang pada pengetahuan inilah tergantung dapat tidaknya kita disebut seorang muslim dan hidup seterusnya sebagai seorang muslim? Bukankan bila kita tidak serius dan bersungguh-sungguh, kita akan terancam kehilangan sesuatu yang sangat berharga, yaitu iman? Bukankah iman lebih berharga daripada hidup?
Marilah kita sisihkan sedikit waktu dari sekian banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja demi hidup kita. Tidak dapatkan kita menyisihkan sepersepuluh daripadanya untuk hal-hal yang dapat melindungi iman kita? Satu jam saja dari duapuluh empat jam yang kita miliki dalam sehari semalam untuk mempelajari pengetahuan tentang ad-din, memahami esensi ajaran Al-Qur'an, dan tujuan diwahyukannya Al-Qur'an tersebut.
Bila iman lebih berharga bagi kita daripada segalanya, maka tidak akan sulit bagi kita untuk menyediakan satu jam setiap hari untuk mempelajari ilmu pengetahuan.
Referensi : Dasar-dasar Islam (Abul A'la Maududi)
KotaSantri.com © 2002-2026