Pelangi » Percik | Selasa, 15 September 2009 pukul 17:00 WIB

Sebaik-Baik Keadaan

Penulis : Rifatul Farida

Dengarlah cerita tentang hangat mentari pagi, karena kan kita dengar dengan ceria dalam sejuta makna. Dengarlah cerita tentang kicau burung dengan indah kepak sayapnya, mencicit ribut membuat kita tertawa lepas mendengarnya.

Sejenak, biarlah kita tepikan gundah ini dari ruang hati. Mengembarakan rasa hingga syukur kembali terhadirkan dalam jiwa, apa pun kini keadan diri. Karena kesadaran itu ada, bahwa Ia yang Maha Penyayang tak kan pernah mendzalimi hambaNya, bahwa Ia yang Mahabijaksana telah mengkondisikan hambaNya dalam keadaan sebaik-sebaik keadaan, seperti halnya telah menciptakan dalam sebaik-baik penciptaan.

Ya, dengarlah cerita embun yang selalu setia datang menyapa pagi meski akhirnya menguap oleh sang perkasa mentari, sederhana melati yang pahami hakikat hidupnya hingga tak pernah menyimpan rasa iri pada anggun mawar, mutiara yang tetap berkilau meski dalam kubangan lumpur, kepompong yang melewati masa sendiri dan membosankan sampai akhirnya menjadi indah kupu-kupu, atau pohon besar yang harus menghujamkan kuat akarnya agar bertahan hadapi terpaan puting beliung.

Agar dalam rapuh tetap kuat, agar dalam gundah tetap yakin, agar dalam duka tetap tersimpul sesungging senyum. Hadirkan qana’ah dan syukur dalam kesabaran. Karena sesungguhnya Allah menyukai orang yang sabar serta menguatkan kesabaran.

KotaSantri.com © 2002-2026