Pelangi » Percik | Selasa, 23 Juni 2009 pukul 17:49 WIB

Semua Hanya Milik Allah

Penulis : Meyla Farid

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah. Tidak patut kita, manusia, merasa senang dengan kelebihan yang kita miliki. Harta, untuk yang kaya. Jabatan, untuk yang punya jabatan. Rupa, untuk yang diberi kecantikan/ketampanan. Bahkan orangtua, anak-anak, semua hanya milik Allah. Kita hanya dititipi, seperti penitipan sandal umpamanya, pada akhirnya kelak semua yang ada pada diri kita akan dimintai pertanggungjawaban. Apakah kita mensyukuri titipanNya, menjaganya, memberinya hak dan kewajiban sesuai aturan pemiliknya? Apakah kita sudah memposisikan diri sebagai "yang dititipi"?

Manusia memang sombong. Dulu, kala Allah mengamanahkan bumi dan isinya kepada gunung, gunung yang kokoh menjulang di permukaan bumi ini menolak. Begitu juga yang lainnya. Tapi manusia, dengan angkuhnya, menyanggupi melaksanakan amanah berat itu. Begitulah manusia, yang harus memikul amanah sebagai khalifah di muka bumi. Selayaknya kita kembalikan lagi semua kepada pemilikNya, dengan tanpa merasa memiliki sedikit pun. Dunia ini hanyalah fatamorgana, jangan sampai tertipu.

"Barangsiapa yang bersyukur, maka Allah akan menambahkan nikmatNya. Dan barangsiapa kufur, maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih." Mudah saja bagi Allah mencabut nikmat yang kita miliki saat ini. Begitu juga, mudah saja bagi Allah memberikan nikmat tak disangka-sangka pada kita.

Sesungguhnya semua hanya milik Allah. Kita hanya diwajibkan berikhtiar, dengan rambu-rambu yang diberikan oleh sang pemilik. Selanjutnya tinggal terserah Allah saja apakah mau memberikan yang kita minta atau tidak. Yang pasti, Allah menyuruh kita terus berdo'a, dan Allah berjanji akan mengabulkan tiap do'a hambaNya. "Ud'uunii astajib lakum." Berdo'alah, Allah pasti mengabulkan. Bukan hanya itu, Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya.

Wallahu a'lam bishshawab.

KotaSantri.com © 2002-2026