Pelangi » Percik | Selasa, 28 April 2009 pukul 17:50 WIB

Bernostalgia dengan Masa Lalu

Penulis : Rifatul Farida

Sepenggal kisah yang pernah terukir di masa lalu, kemudian tersimpan rapi dalam ruang memori, kini hadir di pelataran jiwa. Menyuguhkan adegan demi adegan sempurna yang akhirnya membuat diri ini merenung.

Meretaskan diri tuk kehidupan terbaik adalah fitrah manusia seiring dengan hadits Nabi tuk selalu lebih baik dari hari ke hari. Namun setiap masa pastinya akan berubah menjadi lembar sejarah yang mengukir catatan perjalanan hidup yang tentunya tak hanya satu corak warna.

Kembali ke masa lalu, masa di mana telah menggiring kita pada kenyataan hari ini. Betapa sejati dan berharganya ia tuk menjadi pijakan kita melangkah ke masa depan. Cerminan jujur siapa sebenarnya kita adanya tuk setiap hal yang pernah terlakukan.

Mengoreksi dan memilah mana kesalahan atau kebodohan yang pernah kita lakukan agar tak terulang di hari ini dan esok, untuk setiap dosa yang pernah tercipta agar kita "menebusnya" di hari ini dan esok dengan perilaku terbaik dan ketaatan yang sempurna.

Ya, bernostalgia dengan masa lalu kadang perlu dilakukan, bukan untuk kesia-siaan, bukan untuk melenakan, tapi untuk sekedar mengulas kembali tingkah polah kita sebagai manusia.

Sejauh ini, sudahkah kita mengerti untuk apa hadir di dunia ini? Seberapa bisakah dan sejauh manakah kita merefleksikan pengetian kita tentang hakikat tujuan hidup kita dalam wujud amal nyata?

KotaSantri.com © 2002-2026