Pelangi » Muslimah | Kamis, 30 Agustus 2012 pukul 17:00 WIB

Wanita Perkasa

Penulis : miomio

Bila ingin mengetahui seberapa kuatnya wanita, maka kita bisa belajar dari para pendahulu. Misalnya dari ibunda Siti Hajar, yang yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah akan menolong ketika beliau ditinggal Nabi Ibrahim di padang gersang.

Bayangkan, zaman dulu tak ada Facebook, Twitter, Blog, dan lain-lain yang bisa dipergunakan untuk curcol (gak) penting sama sekali semisal, “Deuh, suamiku lembur, sendirian di rumah, bla bla bla!” Atau status sejenis yang membuat lawan jenis tergoda untuk kasihan (?) atau setidaknya berkomentar.

Subhanallah, para wanita zaman dahulu memang layak diteladani.

Bayangkan saja, ketika mereka ditinggal para suami untuk berjihad. Bukan tangisan meraung- raung yang diperlihatkan, tapi wajah cerah ceria dan yakin bahwa Allah akan selalu melindunginya. Padahal, saat itu juga belum bisa dipastikan bagaimana nasib suaminya, apakah meninggal atau tetap hidup.

Tak ada ratapan, rengekan, atau keluhan, “Deuh, suamiku gak SMS. Hadeuhh!” atau celah yang bisa membuat laki- laki lain selain suaminya masuk dengan modus kasihan atau apapun. Mereka adalah wanita yang kuat dan perkasa.

Tak perlu menggembar-gemborkan bagaimana perasaannya. Tak perlu curcol pada laki- laki selain suaminya, siapapun itu, dan dengan alasan apapun. Tak perlu mencari pembenaran untuk melakukan hal- hal yang menyimpang walaupun hanya satu derajat karena mereka tetap setia, kuat, dan konsisten. Tak perlu dan tak butuh dikasihani manusia karena sandaran yang sebenar-benarnya hanya pada DIA.

KotaSantri.com © 2002-2026