Pelangi » Muslimah | Kamis, 25 Maret 2010 pukul 20:00 WIB

Menumbuhkan Kekuatan Mental

Penulis : Redaksi KSC

Sudah tidak zaman lagi melihat Muslimah "ngoyo" dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Apalagi untuk meraih cita-citanya. Saat semua aspek kehidupan bergerak dengan sangat cepat, maka pergerakan para mujahidah pun tak bisa lagi berjalan setengah-setengah. Keuletan, ketekunan, kesungguhan, dan rasa percaya diri dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, sangat dituntut agar bisa memberikan hasil yang terbaik. Baik untuk dirinya, juga bagi masyarakat dan lingkungannya.

Dalam kehidupannya, wanita memang memiliki kewajiban ganda, dan itu tak bisa dipungkri. Seorang istri misalnya, selain melaksanakan haknya untuk bisa berkontribusi di masyarakat, dia juga harus menunaikan kewajiban individunya sebagai seorang ibu yang harus dapat memberikan teladan terbaik bagi anak-anaknya. Sedangkan bagi para remaja puteri, selain harus menjalani keseharian di bangku sekolah, atau mengikuti berbagai aktifitas keorganisasian di sekolah, mereka juga dituntut harus membantu orangtua dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, membersihkan rumah, dan lain-lain.

Mengerjakan semua aktifitas dengan semaksimal mungkin, bukanlah hal yang mudah bagi kita (Muslimah, red). Apalagi dengan pembagian waktu yang hanya dua puluh empat jam sehari. Seperti Hanny misalnya, seorang mahasiswi semester satu di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Sejak mengenal kehidupan organisasi di bangku kuliahnya yang sangat beragam, pun menjanjikan untuk keterampilan dan prestasinya, Hanny tak bisa mengikat dirinya hanya dengan satu organisasi saja. Karena selain merasa ada kecocokan bakat dengan beberapa organisasi kemahasiswaan tersebut, Hanny pun merasa mempunyai banyak waktu untuk bisa dibagi. Sehingga ia yakin bahwa dirinya bisa menjalani sebagian kehidupannya dengan banyak berorganisasi. Awalnya memang berjalan biasa-biasa saja, tapi setelah berjalan cukup lama, semuanya menjadi sulit untuk dijalani. Berbagai pilihan yang menuntut konsentrasi dan waktu yang cukup banyak dalam menjalankan kegiatannya, belum lagi memikirkan nilai-nilai kuliah dan kewajiban membantu orangtuanya di rumah, membuat dia semakin sulit dan terjepit.

Kasus Hanny sering sekali terjadi di kalangan Muslimah aktifis kampus, yang ujung-ujungnya membuat kegiatan Muslimah kita tidak lagi maksimal dan terkesan setengah-setengah. Dan hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi kalau para aktifis Muslimah memiliki kesiapan mental yang kuat, yaitu keyakinan terhadap potensi yang dimiliki dirinya, dan juga kesadaran serta keyakinan yang kuat terhadap Allah SWT, sehingga potensinya berjalan lurus sesuai jalurnya.

Andrie Wongso yang saat ini dikenal sebagai motivator menjelaskan tentang tiga sikap mental positif yang harus ditanamkan dalam diri seseorang, yaitu;

1. Berpandangan bahwa kita punya hak untuk sukses.
2. Sukses bukan lahir dari kebetulan.
3. Kesuksesan adalah akibat dari sebab-sebab yang disiapkan (pemikiran, perencanaan, persiapan, dan perjuangan).

Akhirnya, ingatlah bahwa ketekunan, keuletan, dan kesungguhan bukan saja dapat memberikan hasil terbaik dalam pekerjaan tetapi juga dapat menumbuhkan sikap mental yang baik sebagai langkah pertama membentuk mental Muslimah yang kuat dan stabil. Insya Allah.

Dari MQ Media

KotaSantri.com © 2002-2026