
Pelangi » Keluarga | Sabtu, 28 April 2012 pukul 11:30 WIB
Penulis : Jamil Azzaini
Ada orangtua yang datang kepada saya dan mengatakan, “Pak, anak saya bandel, malas, suka iseng, tidak mau belajar, tidak mau mengaji. Bagaimana ya, pak?” Saya tanya balik, “Sejak kapan dia begitu?” Ibu itu menjawab, “Sejak usia lima tahun, pak.” Maka saya langsung berkata, “Nah, berarti sebelumnya dia tidak begitu kan? Kira-kira apa yang membuatnya berubah? Mengapa setelah usianya tujuh tahun malah jadi seperti yang ibu katakan?”
Sangat disayangkan, banyak orangtua yang memberikan “stempel” negatif kepada anaknya. Parahnya lagi, “stempel” itu diucapkan dan disebarluaskan ke banyak orang. Ketahuilah, tanpa Anda sadari anak Anda akan menjadi seperti apa yang Anda katakan. Ketika Anda seriang berkata malas kepada anak, otak bawah sadar anak Anda akan terstimuli untuk menjadi malas.
Hati-hatilah ketika Anda berucap, sebab ucapan orangtua bukan hanya sekedar ucapan, tetapi sekaligus do'a buat anak. Berlatihlah untuk selalu berucap sesuatu yang positif. Bila Anda bermain dengan mereka dan mereka menang, katakanlah, “Hore, anak bapak hebat, anak bapak keren deh!”
Sekecil apapun prestasi mereka, berilah tepuk tangan untuk mereka, cium mereka dan bisikan di telinganya, “Bapak bangga sama kamu, nak.” Saat mereka ikut perlombaan dan kalah, jangan cela mereka. Katakan, “Gak apa-apa, nak. Ini baru pemanasan, nanti ikut perlombaan lagi. Ayo, bapak temenin lagi!”
Saya jadi teringat masa kecil saya. Saya pernah dibisiki bapak saya, “Mil, jangan bilang siapa-siapa ya, bapak ngimpi kamu salaman sama Presiden Soeharto. Nanti kalau kamu besar, pasti kamu bisa salaman dengan presiden itu.” Bisikan bapak saya itu tenyata bukan hanya sekedar bisikan. Saya selalu berkata dalam hati, “Saya harus jadi orang hebat agar bisa bersalaman dengan presiden.”
Dan 7 Desember 1995 saat peluncuran Gerakan Nasional BMT (Baitul Maal wat Tamwil) di Jakarta, saya benar-benar berjabat tangan dengan Presiden Soeharto. Merinding saya ketika itu karena teringat bisikan orangtua saya saat saya masih kecil. Dan bukan hanya dengan Presiden Soeharto, sayapun pernah dan sering bersalaman dengan Presiden BJ. Habibie, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Saya tidak tahu apakah mimpi bapak saya yang ia bisikan kepada saya benar atau tidak. Sayapun tidak mau bertanya kebenarannya, tetapi bisikan itu menjadi salah satu kata-kata sakti atau kata-kata ajaib yang menyemangati hidup saya.
Nah, bisikan positif apa yang sudah pernah Anda ucapkan di telinga Anak Anda?
KotaSantri.com © 2002-2026