Pelangi » Keluarga | Sabtu, 15 Oktober 2011 pukul 11:00 WIB

Agar Rumah Bersuasana Islami

Penulis : Redaksi KSC

Kita tentu menginginkan dapat mewujudkan sebuah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Yaitu sebuah keluarga yang berada dalam suasana penuh ketenangan dan ketenteraman, saling mencintai dan berkasih sayang. Namun, meski tidak terlalu sulit mewujudkannya, banyak di antara kita yang gagal meraihnya.

Dalam Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW dengan mudah dan jelas dapat kita temukan petunjuk langkah mewujudkan keluarga sakinah penuh berkah. Hanya saja, kita sering kali melupakan ajaran yang telah dicontohkan Rasulullah itu. Kita malah lebih tertarik dengan teori-teori yang berasal dari para pemikir barat. Bahkan, tidak sedikit meniru budaya orang-orang barat dalam berkeluarga.

Maka, jangan heran bila banyak dari keluarga muslim yang hidupnya tidak Islami. Rumah yang seharusnya dijadikan sarana untuk membina keluarga sesuai dengan petunjuk Islam, malah dijadikan tempat berbuat maksiat. Sudah tentu rumah yang suasananya tidak Islami akan membuat para penghuninya dijauhkan dari rahmat Allah SWT.

Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa orang-orang yang menjadikan atau membiarkan rumahnya sebagai sarana berbuat maksiat akan dimasukan ke dalam neraka. Sebagaimana sabdanya, "Tiga golongan yang tidak akan masuk surga, yaitu orang yang durhaka kepada ibu bapaknya, orang yang menggunakan rumahnya untuk berbuat duyuuts, dan perempuan yang menyerupai laki-laki." (HR. Hakim).

Orang yang berbuat duyuuts yaitu orang yang membiarkan rumahnya dijadikan tempat melakukan perbuatan haram oleh anggota keluarganya atau orang lain. Misalnya, rumahnya menjadi tempat untuk meminum minuman keras, berzina, berjudi, berpacaran, dan sebagainya.

Rumah yang dijadikan tempat melakukan perbuatan haram adalah rumah maksiat. Rumah seperti ini pasti dipenuhi dosa. Rumah yang dipenuhi dosa pasti akan jauh dari rahmat Allah, sehingga rumah ini akan dipenuhi hawa nafsu dan setan. Rumah seperti ini akan membuat penghuninya dipenuhi keresahan, kebingungan, stress, dan tidak mendapatkan solusi untuk mengatasi problem kehidupan secara baik. Rumah seperti ini akan pula menjauhkan penghuninya dari suasana tenang, tenteram, dan kasih sayang. Sebaliknya, rumah yang bersih dari hal-hal yang dilarang oleh Islam akan dipenuhi oleh suasana saling mencintai, menyayangi, cerah, tenteram, aman, dan bahagia. Suasana rumah seperti ini bahkan dapat memberikan kebaikan kepada orang lain.

Drs. Muhammad Thalib dalam bukunya 25 Ciri Keluarga Sakinah Penuh Berkah dan Langkah Mewujudkannya menjelaskan bahwa rumah yang bersuasana islami di dalamnya tidak didapati hal-hal yang akan menjauhkan dari rahmat allah. Di antara hal-hal yang akan menjauhkan rumah kita dari rahmat Allah yaitu :

Pertama, tidak terdapat anjing di dalamnya. Rumah yang ada anjingnya, baik di dalam atau pun di luar, tidak akan dimasuki malaikat rahmat, kecuali anjing yang dipelihara itu untuk keperluan berburu dan menjaga ladang. Maksudnya, anjing yang dipelihara selain untuk keperluan berburu dan menjaga ladang, tidak baik bagi penghuni rumah.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa memelihara anjing selain anjing pemburu atau penjaga ladang, maka sesungguhnya pahala dari yang bersangkutan setiap hari berkurang dua qirath." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Malik, dan Nasa'i).

Kedua, di dalamnya tidak terpasang gambar atau patung. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat shurah tidak akan dimasuki oleh malaikat." (HR. Bukhari).

Rumah yang terpasang shurah (gambar) tidak akan dimasuki malaikat. Malaikat yang dimaksud dalam hadits di atas adalah malaikat rahmat. Oleh karena itu, rumah yang di dalamnya dipasang shurah, baik berupa gambar atau patung, akan dijauhkan dari rahmat Allah.

Ketiga, tidak terdapat genta (lonceng). Rasulullah SAW bersabda, "Malaikat tidak mau masuk ke sebuah rumah yang ada genta padanya." (HR. Abu Dawud).

Genta adalah lambang Agama Kristen untuk menyeru pengikutnya melakukan ibadah, seperti halnya adzan pada ajaran Islam. Memasang genta di luar atau di dalam rumah, baik untuk hiasan maupun untuk alat bagi tamu untuk memberitahukan kedatangannya kepada tuan rumah, merupakan perbuatan terlarang. Untuk itu, jangan sekali-kali memasangnya di rumah kita.

Rumah yang tidak dimasuki malaikat rahmat akan jauh dari suasana sakinah penuh berkah. Demikianlah karena malaikat rahmat yang datang ke rumah orang-orang yang beriman adalah untuk memohon kebaikan-kebaikan bagi penghuni rumah.

Untuk itu, kita berkewajiban menciptakan suasana Islami di dalam rumah kita supaya hidup kita dalam berumah tangga dipenuhi kebahagiaan dan keberkahan.

Desi Nurlaeli, S.Pd. - Swadaya 43

KotaSantri.com © 2002-2026