
Pelangi » Jurnal | Sabtu, 23 Februari 2013 pukul 13:00 WIB
Penulis : @ Arda Dinata
Matahari adalah kekuatan. Pagi bersama matahari memberi gairah akan kekuatan mahluk hidup di seantero bumi. Berbicara kekuatan, tiap manusia pasti memerlukan kekuatan untuk mengisi dan mempertahankan hidupnya. Kalau kita mau jujur dan membuka mata hati, maka di sekitar kita begitu banyak pelajaran tentang kekuatan ini bisa didapatkan.
Seperti istiqamahnya matahari yang selalu menyinari bumi tanpa lelah. Pancaran cahayanya setiap saat menyebarkan kekuatan untuk pertumbuhan. Tanpa kenal lelah dan putus asa, sang matahari akan selalu menyinari dan memberi kebaikan. Bila kebaikan yang disebarkan, maka buah yang didapatpun tentu berupa nilai-nilai kebaikan. Apakah kita tidak ingin seperti matahari yang dengan ikhlasnya setiap hari menyebar kebaikan?
Begitupun dengan pikiran, kalau kita mau kelola secara positif, akan memberi kekuatan yang luar biasa positifnya. Namun, sebaliknya bila pikiran kita diisi dengan hal-hal negatif, maka akan menghasilkan aura negatif dalam gerak langkah kehidupan. Hal ini, sejalan dengan apa yang diungkapkan Dr. Ibrahim Elfiky, penulis Terapi Berpikir Positif, bahwa “Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan sengsara karena dorongan pikirannya.” Jadi, silahkan sahabat mau pilih yang mana. Sebab, hidup ini memang pilihan. Dan kuncinya, memang ada pada pola pikir diri kita masing-masing.
Lagi pula, bukankah tiap manusia diberi kelebihan berupa akal pikiran dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya? Sebab, orang sukses dan beruntung di dunia ini, tidak lain adalah mereka yang mampu menggunakan pikirnya secara sehat dan benar. Sejatinya, pikiranlah yang akan mengendalikan hidup seseorang.
Terkait dengan kesuksesan manusia, Yosandy L.S. mengungkapkan bahwa seringkali seseorang tidak menyadari telah memenjarakan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mencapai tujuan hidupnya dan membuat dirinya menjauh dari kesuksesan. Hidupnya menjadi biasa saja, tidak berkembang, dan menjadi penyesalan di hari tua. Lebih jauh, beliau menguraikan ada 5 ‘penjara’ yang mungkin tanpa sengaja kita ciptakan.
Pertama, penjara cara berpikir (mindset blocking). Yaitu cara berpikir dalam hidup Anda yang membatasi pikiran, tertutup, tidak mau belajar dan mengembangkan diri.
Kedua, penjara emosi (emotional blocking). Yaitu emosi negatif dari suatu kejadian yang memicu respon negatif dan tentunya merugikan: marah lepas kontrol, benci, dendam, dan sebagainya.
Ketiga, penjara keyakinan (belief blocking). Yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan dan menghambat tindakan seseorang untuk sukses, seperti sukses perlu pendidikan tinggi, bisnis itu butuh modal uang banyak, hidup penuh penderitaan, umur sudah terlalu tua, dan sebagainya.
Keempat, penjara perilaku (behavior blocking). Yaitu perilaku yang tidak berkualitas untuk mendukung tindakan mencapai sukses, seperti malas, sombong, tidak disiplin, tidak jujur, dan sebagainya.
Kelima, penjara komunikasi (communication blocking). Yaitu komunikasi yang tidak bermanfaat, sehingga respon yang diinginkan tidak sesuai dan menimbulkan konflik, baik di dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.
Akhirnya, terkait kekuatan pikiran ini ada pertanyaan yang harus dijawab, yaitu apakah Anda selama ini telah memenjarakan pikiran Anda? Bila ya, maka segera bebaskan dan buka pikiran Anda. Sebab, melalui kekuatan pikiran yang positif sesungguhnya kita dapat memberdayakan diri menjadi pribadi yang sukses. Dengan kata lain, bukalah pikiran kita lebar-lebar terhadap hal yang positif agar bisa memberdayakan diri Anda. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas Dewar, “Pikiran itu sama halnya dengan parasut – mereka hanya berguna ketika terbuka.”
Untuk itu, yuk kita berdayakan diri ini melalui kekuatan pikiran yang positif!
KotaSantri.com © 2002-2026