
Pelangi » Jurnal | Sabtu, 12 September 2009 pukul 19:30 WIB
Penulis : Adinda Poetri
Ukuran keberuntungan bagi seseorang sangat bergantung pada standar yang digunakan oleh orang tersebut untuk mengukur suatu keberuntungan, sehingga keberuntungan bagi seseorang belum tentu juga dianggap keberuntungan bagi orang lain. Ada beberapa standar yang biasanya dijadikan ukuran keberuntungan , yakni :
1. Harta. Mobil dan rumah mewah lengkap dengan perabotan, perhiasan, dan lain-lain, sering dijadikan ukuran bagi keberuntungan seseorang. Bagi orang-orang yang menganggap suatu keberuntungan itu berupa harta yang banyak, maka dia merasa beruntung ketika bergelimang harta. Segalanya dia lakukan demi meraih harta dan dia akan sangat kecewa ketika tidak mendapatkannya.
2. Kedudukan. Kedudukan atau jabatan tinggi juga sering dijadikan ukuran keberuntungan. Bagi orang-orang yang menganggap suatu keberuntungan itu berupa kedudukan yang tinggi, maka dia akan terus mengejar dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk meraih kedudukan yang tinggi hingga kadang menghalalkan segala cara. Apabila orang tersebut tidak juga mendapatkan kedudukan tinggi, apalagi ada teman sejawatnya yang malah dipromosikan untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi dari dia, maka dia akan kecewa bahkan stress berat.
3. Tingkat Intelektualitas. Siapa yang tidak ingin merasakan pendidikan tinggi dan masuk perguruan tinggi negeri favorit? Bisa dibilang jarang sekali. Tingkat intelektualitas juga sering dijadikan ukuran keberuntungan. Sehingga tidak jarang terungkap kata-kata, "Kamu sih untung, bisa sekolah lebih tinggi," dari orang yang tidak mengalami pendidikan tinggi. Kita juga sering melihat ekspresi kekecewaan yang berlebihan dari seseorang yang tidak lulus SPMB.
4. Pasangan. Tidak jarang, bahkan kebanyakan dari kita mendambakan pasangan yang secara fisik "sangat strategis". Sehingga ada ungkapan kuno, "Kamu dapetin dia tuh suatu anugerah, sementara dia dapetin kamu itu musibah."
5. Ridha Illahi. Orang yang menganggap keberuntungan adalah "semakin mendekatnya seorang hamba kepada Allah demi meraih ridhaNya", maka baginya, harta, kedudukan, kecerdasan, dan pasangan yang indah tidak akan berarti, semuanya sia-sia bila tidak mengantarkannya pada keridhaan Allah SWT. Inilah ukuran keberuntungan yang hakiki. Bila kita menjadikan ridha Allah sebagai ukuran keberuntungan, maka ketika kita tidak mendapatkan harta, kedudukan, tingkat intelektualitas, dan pasangan, kita tidak akan terlalu kecewa dan tetap bersikap wajar. Begitu pula ketika kita mendapatkan harta, kedudukan, kecerdasan, dan pasangan, maka kita akan menjadikannya sarana untuk semakin taat kepada Allah.
Sumber : Majalah OpenMind
KotaSantri.com © 2002-2026