Pelangi » Jurnal | Sabtu, 18 Juli 2009 pukul 19:00 WIB

Perumpamaan Seorang Muslim

Penulis : Rifatul Farida

Rasulullah SAW memberikan perumpamaan dalam menjelaskan suatu hal agar mudah dipahami secara lebih jelas, tervisualisasi, dan memberikan pemahaman yang nyata. Untuk seorang muslim, Rasulullah memberikan beberapa perumpamaan, seperti :

1. Muslim yang baik seperti EMAS. Sampai saat ini, emas adalah barang yang masih dicari. di setiap kesempatan, emas selalu memberikan cahayanya, memberikan kebanggaan bagi dirinya dan orang lain. Seorang muslim juga harus membanggakan diri, bangga sebagai seorang muslim, dan dapat dibanggakan mulai dari keluarga, lingkungan kerja, tempat tinggal. Seorang muslim harus memiliki keahlian khusus. Sifat emas pun tidak pernah mengalami inflasi, penurunan mata uang, dan lain sebagainya. Emas, walau berada di mana pun, tetap emas, tidak berubah. Artinya, seorang muslim harus memiliki sifat pendirian, akhlaq yang kuat tidak terpengaruh walaupun berada di mana saja.

2. Pohon, memiliki simbol kekuatan, kekokohan yang ada pada diri seorang muslim. Masalah akan ada, namun bagaimana kita menghadapinya. Sebelum menikah menjadi masalah, setelah menikah pun masalah akan datang. Bahkan lebih besar.

3. Bangunan, adalah bentuk, lambang kekokohan. Dalam suatu komunitas, setiap pribadi harus memiliki keahlian walau berbeda, namun saling menopang. Programnya terencana, baik rencana kerja maupun ibadah. Contoh, saat kita ke luar dari rumah tidak mempunyai rencana yang jelas, maka jika ada tawaran, ia ikut ke mana saja tawaran itu datang. Rencana yang matang, kapan harus menikah, tidak bekerja lagi di perusahaan, dan lain sebagainya.

4. Lebah, adalah hewan ciptaan Allah yang diabadikan dalam Al-Qur’an, yaitu Surat An-Nahl. Lebah dari cara memilih makanan adalah yang halal, dan tidak sembarang makanan. Yang dihasilkannya pun barang yang berguna lagi halal. Muslim yang baik tentu dapat meniru cara kerja lebah, yaitu berkomunitas dengan orang-orang yang baik, makan makanan halal, berbuat dengan rasa kemanusiaan yang tinggi, dan masih banyak lagi kelebihan hewan penghasil madu ini.

*) Disampaikan oleh H. Abdul Rahman, Lc. pada kajian rutin Ahad siang yang diselenggarakan setiap minggu ke-2 dan minggu ke-4 setiap bulannya, di Masjid Nurul Islam, Muka Kuning, Batam.

KotaSantri.com © 2002-2026