
Pelangi » Jurnal | Sabtu, 25 April 2009 pukul 19:13 WIB
Penulis : Mariam Komalawati
Makin tua makin jadi, istilah yang kemudian bergeser menjadi bermakna negatif. Kita geser mindset kita dalam menanggapi dan mengartikan istilah tadi menjadi hal yang lebih positif. Idealnya, dengan bertambahnya umur, maka bertambah pula kedewasaan dan kemantapan pribadinya, karena seiring waktu yang dijalani, pastinya meninggalkan “sesuatu” yang selanjutnya akan menjadi bahan pembelajaran hidup. Sesuatu ini bisa didapat dari ilmu/pengetahuan ataupun dari pengalaman berupa fenomena psikologi yang membuat jiwa manusia terasah menjadi lebih baik.
Dari sudut keilmuan, kebijaksanaan yang ditemukan pada orang yang makin tua terjadi karena adanya Developmental Intelligence (DI). DI melukiskan kadar ketika seseorang mewujudkan keunikan kapasitas dirinya, baik secara emosi, intelektual dan psikologis, kedalaman intelektual, kearifan, keluasan perspektif dan visi, serta kecakapan mengambil keputusan melukiskan kedalaman DI seseorang. Makin dalam DI, maka makin baik pula tampilan kepribadian seseorang.
Dr. Taufiq Pasiak dalam bukunya yang berjudul Unlimited Potency of the Brain, menuliskan bahwa terdapat tiga jenis pikiran yang menandai kedalaman DI seseorang, yakni :
Jadi, menjadi tua adalah kenyataan hidup yang tidak dapat dihindari dan menjadi bijaksana adalah suatu pilihan. Sejauh mana kita berusaha meraih "kemantapan pribadi" yang diharapkan? Intinya adalah berproses menuju perubahan. Inti dari perubahan adalah perbaikan, pengembangan, dan pembelajaran. Ketiga hal tersebut menjadi siklus yang akan terputus seiring berakhirnya jatah waktu hidup kita.
KotaSantri.com © 2002-2026